Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban Robinson Kaka (39), pria asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, yang telah ditemukan dalam kondisi tewas, sekitar 100 meter arah barat daya Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kec. Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu (5/4/2025). (Foto: Dok/Basarnas)
BADUNG, PERSPECTIVESNEWS- Korban yang dinyatakan hilang saat melakukan kegiatan spearfishing (berburu ikan) di Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kacamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat, (4/4) ditemukan tak bernyawa, Sabtu, (5/4/2025).
Dari infomasi, korban Robinson Kaka (39) asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar pukul 11.50 WITA.
"Ya benar, korban telah ditemukan tadi oleh Tim SAR Gabungan sekitar 100 meter arah barat daya Pantai Labuan Sait, selanjutnya korban dievakuasi menuju Pantai Padang-Padang," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Nyoman Sidakarya, selaku SMC (SAR Mission Coodinator).
Sebelumnya, upaya pencarian telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan satu unit Rubber Boat Basarnas dan satu unit jetski Balawista Kuta Selatan.
Upaya pencarian sebelumnya difokuskan pada area lokasi yang dicurigai sebagai titik lokasi hilangnya korban. Penyisiran dengan rubber boat dan jetski juga mengikuti arah arus saat ini.
"Usai ditemukan, korban selanjutnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Prof. Ngoerah dengan menggunakan ambulance Balawista," ujarnya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam upaya pencarian terhadap satu orang yang hilang saat memanah ikan di Pantai Labuan Sait.
Diberitakan sebelumya, Robinson Kaka (39), pria asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, dilaporkan hilang saat melakukan kegiatan menembak ikan (spearfishing) di Pantai Labuan Sait pada Jumat malam, (4/4/2025) sekitar pukul 20.30 WITA.
Korban saat berburu ikan, bersama 7 orang rekannya, namun hanya empat yang berburu ikan, sedangkan empat lainnya menunggu di tepi pantai.
Hingga pantai dalam kondisi surut, tiga orang sebelumnya telah kembali ke bibir pantai namun nahas, setelah ditunggu korban belum nampak di permukaan air. Akhirnya rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. (dik)