Perspectives News

Terkait Video Viral Oknum Polisi Diduga Mabuk Saat Nyepi, Ini Tindakan Kapolres Jembrana

Polres Jembrana menggelar pertemuan khusus untuk membahas pelanggaran seorang anggota polisi yang melintas menggunakan sepeda motor saat Hari Raya Nyepi di Desa Sumbersari, Kecamatan Melaya, Jembrana, di Kantor Lurah Gilimanuk, Minggu (30/3/2025). (Foto: Dok/Polres Jembrana)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Video yang beredar viral di media sosial, terkait oknum polisi yang diduga mabuk dan melintas saat Nyepi menggunakan sepeda motor di wilayah Desa Adat Sumbersari, Melaya, Kabupaten Jembrana menjadi atensi Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto.

Insiden tersebut akhirnya berbuntut panjang. Polres Jembrana menggelar pertemuan khusus untuk membahas pelanggaran tersebut di Kantor Lurah Gilimanuk, Minggu (30/3/2025).

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polres Jembrana, termasuk Kapolsek Gilimanuk dan Kapolsek Melaya, serta tokoh adat setempat. Sebanyak 18 orang hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Endang menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi Polri atas terjadinya pelanggaran tersebut.

Ia menegaskan bahwa anggota polisi yang terlibat telah diamankan dan akan menjalani pemeriksaan sesuai dengan Kode Etik Kepolisian.

"Yang bersangkutan telah diamankan oleh Propam Polres Jembrana dan ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga akan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," tegas Kapolres Endang.

Kapolres Endang juga telah berkoordinasi dengan Bendesa Adat setempat terkait sanksi adat yang mungkin diberikan. Namun, Bendesa Adat Gilimanuk menyatakan bahwa sanksi adat berupa penyerahan beras 100 kg tidak akan diberikan, mengingat Kapolres juga akan memberikan sanksi kode etik profesi Polri.

Sementara itu, Bendesa Adat Sumbersari, I Ketut Subanda meminta agar anggota polisi tersebut membuat klarifikasi permintaan maaf secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya. Mengenai proses hukum selanjutnya, pihak desa adat menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Sebagai bentuk simpati dan upaya meredakan ketegangan, Kapolres Endang menyerahkan bantuan beras sebanyak 100 kg kepada Desa Adat Gilimanuk dan Desa Adat Sumbersari.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret Polres Jembrana dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat insiden tersebut secara bijaksana dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Sebelumnya, Badan Keamanan Desa Adat (Bankamda) Sumbersari, Melaya mengamankan oknum polisi berinisial MC (49) yang melintas menggunakan sepeda motor bersama rekannya saat perayaan hari suci Nyepi.

Setelah diinterogasi petugas Bankamda, oknum tersebut mengaku hendak menuju Loloan, Kecamatan Negara, namun tidak bisa menjelaskan apa tugas maupun tujuan mereka melintas. Bahkan satu orang tidak bisa menunjukan identitas diri saat diminta.

Oknum polisi dan rekannya tersebut juga diduga mengkonsumsi alkohol karena petugas mencium bau alkohol dari mulutnya saat berbicara. Bahkan video penangkapan oknum polisi ini viral di media sosial.

Keduanya dikawal ketat dan dipulangkan ke Gilimanuk untuk penanganan lebih lanjut oleh Pecalang Desa Adat Gilimanuk.  (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama