Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, Nyonya Candrawati Tamba menyosialisasikan perlindungan perempuan dan anak yang dilaksanakan di Kebun Raya Jagatnatha, Minggu (15/10/2023). (Foto: Humas Jembrana)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS- Para ketua Tim Penggerak (TP) PKK di Kabupaten Jembrana
mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten mengikuti kegiatan sosialisasi
perlindungan perempuan dan anak yang dilaksanakan di Kebun Raya Jagatnatha,
Minggu (15/10/2023).
Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Jembrana secara outdoor ini diisi langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)
Jembrana Salomina Meyke Saliama.
Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, Nyonya Candrawati Tamba mengatakan,
perempuan dan anak sangat rentan mendapat perlakuan kekerasan maupun pelecehan.
Menurutnya, untuk melindungi perempuan dan anak tidak hanya
menjadi tugas penegak hukum, tapi juga perhatian dari dalam keluarga adalah
menjadi hal yang terpenting.
"Sebagaimana kita ketahui bersama, perlindungan
perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama," ucap Candrawati.
Dirinya meminta seluruh Tim Penggerak PKK untuk dapat
mengatensi khusus terkait upaya-upaya perlindungan perempuan dan anak karena
seringnya kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dapat
meninggalkan trauma mendalam dan berkepanjangan bagi para korban.
"Perempuan dan anak adalah aset berharga bagi negara
oleh karena itu kita harus berkomitmen untuk menjadikan perlindungan perempuan
dan anak sebagai prioritas bersama dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Candrawati juga meminta kepada seluruh peserta untuk dapat
menyimak dan memahami segala informasi yang diberikan oleh Kajari Jembrana. Hal
itu tentunya akan semakin meningkatkan pengetahuan bagaimana upaya-upaya
mencegah dan mengatasi apabila terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan
anak.
"Ini menjadi langkah awal dalam wujud komitmen kita
dalam memastikan bahwa hak-hak perempuan dan anak dihormati dan
dilindungi," tegasnya.
Selain sosialisasi, dalam acara tersebut juga diisi dengan
kegiatan outbound.
Menurut Candrawati, melalui kegiatan outbound dapat meningkatkan kekompakan diantara Tim Penggerak
PKK serta memperkuat jiwa kepemimpinan bagi para ketua TP PKK.
"Kegiatan ini tidak hanya hiburan atau permainan
semata, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan, kerjasama
dan kepemimpinan dalam tim," tuturnya.
Sementara itu, Kajari Jembrana Salomina Meyke Saliama
menjelaskan bahwa negara memberikan perlindungan khusus kepada perempuan dan
anak, hal itu dibuktikan dengan dengan adanya UU khusus yang mengatur tentang
perlindungan perempuan dan anak.
Salomina mengatakan, UU Perlindungan Anak sudah tiga kali
mengalami revisi. Ia menyampaikan isi Undang-undang secara pokok tidak berubah
tapi ada hal-hal ditambah.
Pihaknya mencontohkan, sebelumnya ancaman hukuman terhadap
setiap orang yang melakukan kekerasan, memaksa anak, melakukan tipu muslihat
untuk melakukan seksual itu ancaman paling lama cuma 15 tahun. Tapi di UU
terbaru, ancaman hukuman bisa mencapai 20 tahun.
"Dulu dipikirkan orang yang melakukan kekerasan
terhadap perempuan dan anak adalah orang luar, padahal orang yang sering
melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah keluarga, orang tua/wali
atau guru. Sehingga sekarang kalau dilakukan oleh orang terdekat yang seharusnya
melakukan pengawasan dan pendidikan terhadap anak, bisa dihukum 20 tahun,"
ucapnya.
Selain UU tersebut diatas, Salomina menambahkan ada UU baru
yang mengatur tentang penghapusan kekerasan seksual dimana dalam UU tersebut,
korban dapat menuntut ganti rugi atas kejadian yang dialaminya.
"Lalu UU penghapusan kekerasan seksual, ini adalah UU
baru. Dalam restitusi, pelaku memberikan sejumlah uang kepada korban. Contohnya
akibat perbuatan pelaku, korban hamil dan putus sekolah, ada biaya melahirkan
dan biaya lain-lain bisa dihitung disitu," tuturnya.
Pihaknya juga mencontohkan adanya kasus pelecehan seksual
yang dialami seorang anak dengan keterbelakangan mental, dimana pelakunya
adalah orang terdekat korban.
Salomina mengingatkan, apabila ada anak terutama yang
mengalami keterbelakangan mental agar mendapat perhatian dan pengawasan lebih
agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Anak-anak yang mempunyai keterbelakangan mental tolong
kita beri perhatian, jangan biarkan mereka jauh dari jangkauan kita. Walau
bukan anak kita, tapi saudara kita atau orang-orang di lingkungan kita pun kita
berikan perhatian lebih," tandasnya. (ngr/hum/utu)