Ranperda RTRW Kabupaten Jembrana Ditetapkan Menjadi Perda

Bupati Jembrana I Nengah Tamba (kiri) menerima berita acara ditetapkannya Ranperda RTRW Kabupaten Jembrana tahun 2022-2042 dari Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi saat Rapat Paripurna IV DPRD Jembrana, Selasa (24/1/2023) (FOTO: putu)
Share this post

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS – Rapat Paripurna IV DPRD Kabupaten Jembrana masa persidangan II tahun 2022/2023, Selasa (24/1/2023) menetapkan Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jembrana Tahun 2022-2042 menjadi Perda.  

Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, turut dihadiri langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba, jajaran Forkopimda serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

Dalam pendapat akhirnya Bupati Tamba menyampaikan wujud syukur atas telah ditetapkannya Ranperda RTRW menjadi Perda. Ini, menurutnya, hasil kerja keras seluruh pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Ditetapkannya Ranperda ini menjadi Perda, satu tugas yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan telah berhasil kita tuntaskan. Saya meyakini, melalui hubungan harmonis dan kerja sama yang baik antara legislatif dan eksekutif selama ini, merupakan modal berharga dalam kesuksesan penyelenggaraan pemerintahan daerah guna mewujudkan masyarakat Jembrana Bahagia,” kata Tamba.

Dengan lahirnya Perda RTRW Jembrana 2022-2042, dimaksudkan untuk dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kuat dengan memberdayakan pelaku dan potensi ekonomi daerah serta untuk menumbuhkan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.

“Untuk itu, jiwa dari Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jembrana Tahun 2022-2042 ini adalah pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dengan memperhatikan kondisi existing dan karakteristik masing-masing wilayah di Kabupaten Jembrana,”ujarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, bupati asal Desa Kaliakah ini menyebut arah kebijakan penataan ruang wilayah secara umum memperhatikan seluruh sektor dan potensi daerah dengan konsep keterpaduan dan saling terkait dan mendukung satu sama lain.

“Artinya ke depan sektor unggulan daerah seperti industri, pertanian, perikanan, dan pariwisata dikembangkan saling mendukung dan bersinergi satu sama lain sesuai karakteristik masing-masing wilayah,”ucapnya.

Dengan arah kebijakan itu, diharapkan pengembangan sumber daya ekonomi benar-benar dapat mewujudkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah di Kabupaten Jembrana secara proporsional berdasarkan keunggulan komperatif dan kompetitif dalam batas-batas sumber daya alam dan kelestarian lingkungan.

“Muara dari arah kebijakan tersebut nantinya diharapkan dapat menumbuhkan elastisitas penyerapan tenaga kerja, ketersediaan lapangan kerja, efek ganda bagi masyarakat, besarnya sumbangan terhadap PDRB, pertumbuhan permintaan (demand) yang tinggi, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.(hmsj/utu)