Tekan Laju Inflasi, Walkot dan Wawali Denpasar Berbagi Tugas Operasi Pasar

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara di sela - sela peninjauan operasi pasar untuk menekan laju inflasi. (Foto: Hum)
Share this post

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS– Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan operasi pasar melalui Tim Operasi Pasar dari Disperindag, Perumda Pasar Sewakadarma Bulog dan UMKM lokal untuk menekan laju inflasi. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi yakni di Wantilan Pura Mutering Jagat Desa Sidakarya dan Banjar Tegal Kawan, Jalan Gunung Welirang Desa Pemecutan Klod, Kamis (20/10/2022).

Operasi pasar di Banjar Tegal Kawan, Jalan Gunung Welirang Desa Pemecutan Klod ditinjau langsung Walikota Denpasar, Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar IB. Alit Wiradana. Sementara operasi pasar di Wantilan Pura Mutering Jagat Desa Sidakarya ditinjau Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara di sela – sela peninjauan, operasi pasar akan semakin gencar dilakukan hingga bulan Desember dengan tujuan menekan harga bahan pangan pokok agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat, pihaknya pun mengaku inflasi dapat ditekan hingga 0,23% pada bulan Oktober ini.

“Kami kutip pada data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali dari 68 Kota di Indonesia yang terdampak inflasi, Kota Denpasar saat ini telah menduduki posisi nomor 8 untuk deflasinya di bulan Okotober. Artinya sejauh ini, kegiatan operasi pasar kami nilai efektif dan memberikan dampak baik untuk perekonomian di Kota Denpasar,” kata Jaya Negara.

Sementara Wawali Arya Wibawa juga berharap operasi pasar ini betul-betul bisa dimanfaatkan oleh masyarakat serta dampaknya benar-benar dapat menekan laju inflasi.

Adapun Perbekel Desa Adat Pemecutan Klod, I Wayan Tantra mengaku, operasi pasar ini sudah kali ke-5 diadakan di wilayahnya yakni di wilayah Banjar Abian Timbul sudah 3 kali, wilayah Banjar Tegal Dukuh Anyar 1 kali, dan saat ini di Banjar Tegal Kawan 1 kali.

Pihaknya pun berterima kasih kepada Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi karena telah memperhatikan dan membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-harinya dengan harga yang terjangkau serta menekan dampak inflasi yang dirasakan.

Operasi pasar ini menargetkan stabilitas harga bahan pangan pokok seperti telur dijual dengan harga Rp. 42.000,-/Krat, bawang merah Rp. 22.000,-/Kg, bawang putih Rp. 17.000,-/Kg, cabe besar Rp. 32.000,-/Kg, cabe kecil Rp. 34.000,-/Kg, minyak goreng Rp. 13.000,-/Liter dan beras Rp. 52.000,-/5Kg.   (hum)