Ketua KPK RI Apresiasi Capaian Gubernur Bali dalam Mencegah Korupsi

Ketua KPK RI, Firli Bahuri (kiri), dan Gubernur Bali, Wayan Koster (kanan)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Firli Bahuri, memberikan apresiasi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, atas Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Wilayah Provinsi Bali Tahun 2021, karena Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpinnya mampu meraih peringkat pertama di Wilayah Bali dan berhasil dalam sejarah di Indonesia mempertahankan peringkat pertama Tingkat Nasional dalam kategori Monitoring Center For Prevention (MCP) Tahun 2021 dengan skor 98,86.

Apresiasi tersebut diberikan langsung saat Ketua KPK RI memimpin Rapat Pencegahan Korupsi di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar pada, Jumat (18/3/2022) yang juga dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar, Bupati Karangasem, Bupati Bangli, Bupati Gianyar, Bupati Tabanan, Bupati Klungkung, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Buleleng, Sekda Badung, serta Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, dan Sekretaris Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali.

Kepemimpinan Gubernur Koster telah mampu menorehkan sejarah di tingkat nasional, di mana untuk pertama kali di Indonesia, hanya Pemerintah Provinsi Bali dari 542 Pemerintah Daerah se-Indonesia yang secara berturut-turut mendapatkan apresiasi dari KPK RI meraih peringkat pertama di Tingkat Nasional dalam kategori Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Tahun 2020 dengan skor 98,5 dan Tahun 2021 dengan skor 98,86.

Ketua KPK RI, Firli Bahuri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap capaian Bali di Bidang Pencegahan Korupsi. Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster menempati peringkat 1 MCP baik untuk wilayah Bali maupun Nasional pada Tahun 2021. Hal ini patut diapresiasi, karena Bali tidak hanya menjadi etalase dunia di bidang pariwisata, namun juga mampu menata tata kelola pemerintahan.

Firli Bahuri mengatakan korupsi merupakan suatu kejahatan yang luar biasa dengan efek yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Untuk itu, peranan segenap pihak terutama Pemerintah Daerah dalam mencegah terjadinya korupsi sangat penting.

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali dan segenap Pemerintah di Kabupaten/Kota Se-Bali selalu berkomitmen untuk melaksanakan pencegahan tindak pidana korupsi terintegrasi secara bersungguh-sungguh, yang ditandai dengan keseriusan dalam pelaksanaan seluruh area intervensi MCP.

“Karena keseriusan tersebut, menjadikan rata-rata capaian MCP Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Bali pada Tahun 2021 sebesar 92,98%,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Capain tersebut, kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini bukanlah akhir, karena masih perlu langkah dan strategi penyempurnaan program pencegahan korupsi. Gubernur Koster berharap Rapat Pencegahan Korupsi ini bisa dijadikan acuan untuk dapat menjawab tantangan dan permasalahan upaya pencegahan korupsi di Bali.

Atas capaian Pemerintah Provinsi Bali memperoleh nilai 98,86 persen terbaik nasional dalam MCP Tahun 2021, Inspektur Daerah Provinsi Bali, I Wayan Sugiada, menegaskan hal ini sejalan dengan Misi ke-22 Pemprov Bali yakni Mengembangkan Sistem Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Efektif, Efisien, Terbuka, Transparan, Akuntabel, dan Bersih serta Meningkatkan Pelayanan Publik Terpadu yang Cepat, Pasti, dan Murah.   (ari)