Kunker Menko Marvest, Siap Sinergikan Penanganan Sampah Terintegrasi di Denpasar

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, saat menyambut Kunker Menko Luhut yang didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) RI, Luhut Binsar Pandjaitan, melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) guna memastikan kesiapan venue G20 di wilayah Kota Denpasar, Kamis (25/11/2021).

Kedatangan Menko Luhut yang didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, disambut hangat Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, di salah satu lokasi Kunker yakni TPS3R Sekar Tanjung, Desa Sanur Kauh, Denpasar.

Turut hadir Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha, Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, Bendesa Adat Intaran, AA Rai Kencana, dan Komunitas Peduli Sampah di Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Menko Luhut Binsar Pandjaitan bersama rombongan meninjau penanganan sampah di TPS3R Sekar Tanjung serta sentra pengolahan kompos di kawasan tersebut.

Menko Luhut mengatakan pihaknya berkomitmen menciptakan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar guna mendukung pelaksanaan G20 di Bali sehingga ke depannya sampah di Kota Denpasar dapat ditangani secara optimal.

Sementara, Wali Kota Jaya Negara yang didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Dewa Gede Rai, menjelaskan Pemkot Denpasar pada intinya siap melaksanakan sinergi pusat dan daerah guna mewujudkan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar. Sehingga upaya penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar dapat terus dioptimalkan.

“Tadi kami sudah berkordinasi dengan pak Menko Marvest, bahwa akan terus digenjot pembangunan TPS3R di Kota Denpasar, termasuk juga optimalisasi TPST di Kota Denpasar,” ujarnya.

Ditambahkan Jaya Negara, hal tersebut akan dilakukan sebagai upaya peningkatan pengolahan sampah. “Targetnya sebelum G20 dan beberapa hari ke depan akan dilaksanakan Kajian Akademis atau FS,” imbuhnya.

Jaya Negara menegaskan pada giat ini pihaknya berkoordinasi untuk bersinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang dalam hal ini Pemprov Bali dan Kota Denpasar guna mewujudkan penanganan sampah terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Denpasar.   (ari)