Pasien Sembuh Covid-19 Bali Naik 88 Orang

Data resmi Covid-19 Provinsi Bali

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali terpantau kian membaik ditandai dengan unggulnya kasus Sembuh dan landainya kasus Positif. Hari ini terjadi penambahan pasien Sembuh sebanyak 88 orang, 42 orang Positif, dan dua Meninggal, Kamis (14/10/2021).

Saat ini seluruh kabupaten/kota di Bali berada pada Zona Kuning/Risiko Rendah (8 Kabupaten dan 1 Kota).

Terdata dalam Kasus Aktif, sebanyak 175 orang (30,97%) melakukan isolasi di RS Rujukan, sebanyak 250 orang (44,25%) di tempat Isoter, dan sebanyak 140 orang (24,78%) melakukan Isoman.

Kemudian rincian kapasitas tempat Isolasi Terpusat tersedia total sebanyak 1.555 bed, telah Terisi sebanyak 250 bed (16,08%), Tersisa sebanyak 1.305 bed (83,92%), dan Terdapat 243 tempat Isolasi Terpusat tersebar di seluruh Kab/Kota dan Provinsi Bali.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali. Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Kamis tanggal 7 Oktober 2021 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Beberapa hal yang mendapat penekanan dalam SE No.18 Tahun 2021 ini yakni:

  1. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 persen sampai dengan pukul 22.00 Wita.
  2. Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pegawai/karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait. Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah pengunjung yang telah memperoleh vaksinasi Covid-19 dosis kedua.
  3. Kunjungan kelompok masyarakat risiko tinggi diatur dengan ketentuan sebagai berikut. Penduduk berusia di atas 70 tahun tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat
    perdagangan; pengunjung usia di bawah 12 tahun dalam kondisi sehat, dan tidak menunjukkan gejala Covid-19, serta harus didampingi orang tua; ibu hamil diizinkan masuk ke mall setelah mendapatkan vaksinasi 2 kali dengan kondisi badan sehat, tidak menunjukkan gejala Covid-19.
  4. Restoran/rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50 persen dan waktu makan maksimal 60 menit.
  5. Bioskop di dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan boleh dibuka dengan ketentuan jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas.
  6. Tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.
  7. Daya tarik wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dengan ketentuan sebagai berikut: a. Menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi pada setiap pintu masuk. b. Pembatasan arus lalu-lintas ganjil-genap dicabut dengan tetap memperhatikan kapasitas keterisian fasilitas parkir.
  8. Aktivitas keagamaan diizinkan dengan mengatur jumlah petugas dan umat maksimal 50 persen dari kapasitas atau 50 orang. Resepsi pernikahan diizinkan dengan jumlah tamu maksimal 20 orang pada saat bersamaan.
  9. Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara dapat menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksinasi dosis pertama. Bukti telah mengikuti vaksinasi ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Menaati Aturan.   (zil)