Catat Sejarah, Basket Putri Bali Kawinkan Perak PON XX

Pebasket 3x3 putri Bali Michelle Kurniawan (merah) saat berupaya melewati pemain lawan. (FOTO: PB PON XX Papua)

MIMIKA, PERSPECTIVESNEWS – Tim bola basket putri 3×3 Bali harus puas membawa pulang medali perak PON XX Papua 2021 setelah di final yang berlangsung marathon dikalahkan tim basket putri 3×3 tuan rumah Papua, 4-14 di Mimika Sport Complex, Mimika, Kamis (14/10/2021) malam.

Bali ke final setelah di semifinal secara dramatis menyingkirkan DKI Jakarta dengan skor 15-12 pada sore harinya, yang diwarnai overtime, dan malam hari menghadapi tuan rumah Papua, yang di semifinal sebelumnya menang atas Sumatera Barat 12-7.

Lantaran jarak waktu pertandingan final dengan semifinal yang begitu mepet itulah menyebabkan para pemain Bali fisiknya kedodoran sehingga kalah mudah dari tuan rumah.

“Jadwalnya marathon sehingga anak-anak kelelahan dan kalah, tetapi saya puas dengan perlawanan yang ditunjukkan anak-anak,” kata Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali, IGN Oka Darmawan dihubungi semalam.

Dengan diraihnya medali perak dari nomor 3×3, tim basket putri Bali di PON XX Papua 2021 ini meraih 2 medali perak. Satu medali perak lainnya diperoleh dari nomor 5×5.

IGN Oka Darmawan yang juga Sekum KONI Bali itu mengaku bersyukur dengan apa yang diperoleh tim basket putri Bali di ajang PON XX ini.

“Dua medali perak dari basket putri ini harus kami syukuri dan berupaya terus meningkatkan permainan anak-anak sehingga pada kejuaraan lainnya,” demikian Oka Darmawan.

Laga final Bali kontra Papua berlangsung menarik. Papua yang mendapatkan dukungan penuh penonton, mengendalikan penuh permainan sejak awal laga.

Bali memang sempat menyamakan kedudukan 1-1 melalui Pande Deshinta, tetapi setelah itu mereka tak mampu bahkan untuk menyamakan kedudukan.

Papua yang mengandalkan Lea Kahol beroperasi dominan baik di wilayah satu maupun dua poin. Lea yang menjadi aktor utama timnya membawa Papua unggul 10-4.

Lea, pemain yang membawa Indonesia juara Piala 3×3 Asia U-18 FIBA pada 2017, bisa menjaga keseimbangan timnya, baik menyerang maupun bertahan. Pemain berusia 22 tahun itu pula yang melesakkan poin kemenangan Papua 14-4 atas Bali.

Usai pertandingan, Lea Kahol menyebut kemenangan skuadnya atas Bali tak lepas dari penampilan lepas tanpa beban. “Kami sangat menikmati pertandingan. Tidak percuma kami berlatih, mempersiapkan diri selama dua tahun,” kata Lea. Sementara pemain Bali Michelle Kurniawan menyebut pencapaian medali perak yang timnya raih adalah hal luar biasa. Bali, kata Michelle, sudah menunjukkan permainan yang maksimal. “Namun, Papua memang tim yang bagus,” tutur pemain berusia 21 tahun itu. (zil)