Raih Perak Bulutangkis PON XX, Komang Ayu Menuai Pujian

Komang Cahya Ayu Dewi

JAYAPURA, PERSPECTIVESNEWS – Pebulutangkis tunggal putri Komang Cahya Ayu Dewi memang hanya mempersembahkan medali perak bagi kontingen Bali setelah kalah di final. Tetapi anak didik PB Djarum ini banyak mengundang kagum para pecinta bulutangkis di GOR Waringin Kota Jayapura tempat berlangsungnya final bulutangkis PON XX.

“Mainnya bagus, anaknya masih muda, ini kalua terus dibina akan menjadi pemain hebat,” bisik salah seorang penonton di GOR Waringin saat menyaksikan final, Rabu (13/10/2021).

Tim bulutangkis Bali di ajang PON XX Papua, yang berakhir Rabu (13/10/2021) finis dengan torehan 1 perak dan 2 perunggu.

 Medali perak diraih Komang Cahya Ayu Dewi setelah kalah rubber game dari Syaifi Riska Nurhidayah (Jawa Barat) 21-9, 17-21 dan 18-21. Medali perunggu diraih dari nomor beregu putri dan nomor ganda campuran.

Selama PON pertama hingga PON 2016, bulutangkis Bali belum pernah sekalipun meraih medali. Baru di PON XX Papua tahun 2021 medali itu pecah dan menjadi sejarah baru bagi bulutangkis Bali.

Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya saat diwawancarai usai pertandingan, mengatakan, tantangan sekarang adalah bagaimana mempertahankan raihan medali ini di PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara.

 Apalagi jika menggunakan regulasi maksimal usia 23 tahun, hanya satu pebulutangkis saja yang masih bisa bermain kembali yakni Komang Ayu Cahya Dewi yang notabene peraih medali perak satu-satunya Bali. Namun, itu baru sementara karena regulasi umur untuk PON selanjutnya belum ditentukan.

“Terimakasih atas kerja sama semua pihak dari pengurus, pelatih, orang tua atlet, KONI Bali dan pihak lainnya selama persiapan PON Papua ini. Sekarang PR besar ada di depan, waktu tiga tahun wajib melakukan regenerasi untuk mencetak atlet yang berkualitas sekaligus mempertahankan apa yang kita capai sekarang,” beber Winurjaya.

Terkait hasil medali ini, Winurjaya mengakui jika pencapaian melebihi dari target. “Target yang diminta KONI Bali adalah tiga perunggu. Sekarang kami bisa berikan satu perak dan dua perunggu sudah sangat baik, meskipun emas belum bisa diperoleh. Saya apresiasi kerja keras atlet khususnya,” sambung Winurjaya. (zil)