Luncurkan Aplikasi Perseroan Perorangan, Gubernur Koster: Akan Sangat Membantu Pelaku UMKM Kembangkan Usahanya

Gubernur Bali, Wayan Koster, mendampingi Menkumham Yasonna Laoly saat meluncurkan aplikasi Perseroan Perorangan di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Jumat (8/10/2021) kemarin

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali, Wayan Koster, mendampingi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H Laoly, secara bersama-sama resmi meluncurkan aplikasi Perseroan Perorangan untuk pertama kalinya oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI bertempat di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Jumat (8/10/2021) kemarin.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas peluncuran aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan pelaku usaha mikro dan kecil dalam melakukan pendaftaran badan hukum perseroan terbatas yang pendirinya cukup satu orang, melakukan perubahan, dan menyampaikan laporan keuangan.

“Aplikasi yang sangat luar biasa, akan sangat membantu pengembangan usaha para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang jumlahnya sangat banyak di Bali.  Kemenkumham telah menjadi penyelamat si kecil (red: UMKM), yang selama ini menjadi penunjang sektor pariwisata dan saat pandemi paling terdampak,” tutur Koster.

Tak hanya didominasi oleh para pelaku UMKM yang memulai dari awal terbentuk, saat ini sebagai imbas terjadinya pandemi pelaku UMKM pun diisi oleh para pelaku pariwisata telah beralih profesi menjadi pelaku UMKM. Sehingga kegiatan ini, menurut Gubernur Koster, sangat relevan dengan kondisi perekonomian Bali saat ini, di mana salah satu upaya untuk menumbuhkan kembali ekonomi Bali adalah melalui pengembangan sektor UMKM.

“Selama pendemi berlangsung di Bali terjadi pertumbuhan jumlah pelaku UMKM sekitar 25,9%. Hal tersebut tentunya menjadi potensi sekaligus tantangan di dalam pengembangan perekonomian berbasis UMKM, ” ujarnya.

Lanjutnya, Gubernur Koster juga mengungkapkan upaya-upaya yang telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali dalam memajukam perkembangan UMKM Bali. “Dalam tataran implementasi kami telah mengeluarkan berbagai Peraturan Gubernur antara lain Peraturan Gubernur Bali 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,” urainya.

Bahkan, imbuhnya, secara khusus pihaknya telah mengatur tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali yang salah satunya Arak Bali. Selain itu guna mendukung produk lokal Bali pihkanya juga tengah mempromosikan kain tenun tradisonal Bali yaitu endek Bali.

Sementara itu, Menkumham Yasonna menyebutkan bahwa pemerintah berupaya keras untuk menahan dampak pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak yang dirasakan oleh seluruh sektor dan menyebabkan economicsetbacks dengan menerbitkan sejumlah kebijakan.

Lebih jauh, Yasonna menyatakan melalui berbagai kemudahan yang diberikan dalam pendirian badan hukum perseroan perorangan, pelaku UMK dan generasi milenial diharapkan dapat mengubah mindset dan lebih percaya diri untuk menjadi pelaku usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja yang lebih banyak untuk membantu pemulihan perekonomian nasional setelah terkena dampak pandemi Covid-19.

“Di samping itu, pemerintah juga terus melakukan pembahasan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan PKPU yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sebagai salah satu komitmen pemerintah terkait dengan developmentpolicyloan tahap ketiga dari bank dunia,” beber Yasonna.   (ari)