Perpani Bali “Sakit”, Rentin Punya Tugas Berat

Dari kiri ke kanan: Nyoman Yamadhiputra, Maryoto Subekti, Ketut Suwandi, Made Rentin, I Gusti Ngurah Oka Daramawan, dan Ida Bagus Dipta, di ruang kerja Ketum KONI Bali, Selasa (6/7/2021).

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Umum Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Bali hasil Musyarah Olahraga Luar Biasa (Musorlub) Made Rentin mempunyai tugas berat untuk membangun organisasi yang sehat.

 “Organisasi Perpani Bali itu ‘sakit’, buktinya pasca pelantikan Desember 2020,  belum ada setahun sudah menggelar Musorlub, 26 Juni 2021. Karena itu tugas ketua umum terpilih (Made Rentin, red) harus membenahi organisasi,” pinta Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, ketika menerima audiensi Ketum Perpani Bali Made Rentin, di ruang kerjanya, Selasa (6/7/2021).

Pada kesempatan tersebut, Suwandi tidak mau banyak membicarakan tentang prestasi, karena waktu yang singkat berat untuk mencapai prestasi di bawah  ketua umum yang baru. Fokus yang dilakukan adalah pembenahan organisasi, kuatkan organisasi di tingkat kabupaten/kota, mengingat Perpani Bali sifatnya sebagai koordinatif dengan menjalankan amanah AD/ART.

“Ketum Perpani Bali Pak Rentin harus bisa meluangkan waktu turun ke kabupaten/kota untuk membangun organisasi lebih dahulu supaya kuat. Kalau dan mencari tahu permasalahan sebelumnya sehingga bisa dicari jalan keluarnya. Terpenting lagi Kalau mau mengabdi di olahraga motto sportivitas, kekeluargaan harus dijunjung tinggi, tidak ada yang cari makan di organisasi olahraga. Yang diperlukan orang-orang mau berkorban,” paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pengprov Perpani Bali Made Rentin mengatakan kedatangannya ke KONI Bali untuk koordinasi dengan top organisasi olahraga, terpenting lagi mencari masukan dan pencerahan  untuk penguatan organisasi.

“Saya akan membenahi internal personel kepengurusan, menyamakan langkah dan gerak sebelum merambah ke program lainnnya. Setelah membenahi internal baru melakukan aktivitas lainnya. Setelah membenahi internal akan bergerak ke lapangan, 4 atlet menjadi prioritas disupport mencapai prestasi maksimal. Saya akan memaksimalkan semua komponen siapa dimana dan berbuat apa,” ucap Made Rentin, yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali. (yus)