KONI Bali: Tidak Semua Cabor Ada Manajer

Sekretaris Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Cabang olahraga (cabor) yang meloloskan atletnya ke PON XX/2021 Papua, tidak semuanya akan memiliki manajer, karena keberadaan manajer cabor akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan begitu cabor yang jumlah atletnya sedikit, bisa saja yang menjadi manajer adalah pelatihnya. Sehingga nantinya secara keseluruhan jumlah manajer tidak mesti sesuai dengan jumlah cabor yang lolos PON Papua, 2-15 Oktober mendatang.

Sekretaris Umum KONI Bali IGN. Oka Darmawan, mengatakan, manajer tim di cabor lolos PON menjadi bagian dari ofisial termasuk di dalamnya yakni jumlah atlet 239 dan 66 pelatih yang berlaga di PON Papua.

“Intinya manajer itu disesuaikan dengan kebutuhan cabor itu sendiri. Pasalnya, manajer itu mengelola hal yang sifatnya teknis dan non teknis cabor yang dipimpinnya. Tapi jika cabor itu sendiri posisi jumlah atletnya sedikit ya setidaknya pelatih bisa merangkap manajer,” ungkap Oka Darmawan, Senin (21/6/2021).

Dengan demikian, lajutnya, tidak bisa manajer dijadikan ukuran dari kuota jumlah atlet cabor yang berlaga di PON. Dicontohkannya, seperti tim bola voli PON yang meloloskan dua atlet saja harus ada manajer. Jadi, kemungkinan bisa jadi pelatih merangkap menjadi manajer.

Contoh lainnya seperti cabor motocross yang juga meloloskan dua kroser saja membutuhkan ofisial termasuk manajer di dalamnya, karena membutuhkan beberapa orang seperti mekanik atau lainnya.

“Jadi itu contoh pertimbangan-pertimbangannya. Intinya sampai sekarang KONI Bali belum memutuskan apakah satu cabor ada satu manajer atau tidak. Semuanya kembali dilihat dari kebutuhan untuk posisi manajer itu sendiri,” sebut pria yang juga Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu.

Setidaknya tambah Oka Darmawan, rasio ofisial termasuk di dalamnya manajer dan pelatih yakni 50% atau setengahnya dari jumlah atlet yang lolos PON.

Bali meloloskan 28 cabang olahraga ke PON Papua Oktober nanti. Tidak seperti sebelumnya, di Papua jumlah akomodasi sangat terbatas sehingga tidak saja Bali, tetapi daerah lain harus membatasi jumlah kontingennya. (yus)