Dua Bandar Jaringan Medan Diringkus di Bali dengan Barang Bukti 9 Kg Ganja

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra menunjukkan BB ganja yang dikirim dari Medan dengan latar belakang kedua tersangka. (FOTO: ist)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS – BNN Kabupaten Badung, Bali meringkus dua orang bandar ganja berinisial RP asal Jakarta dan YE asal Malang, Jawa Timur dan mengamankan barang bukti 9 kg ganja.

“Kedua tersangka ditangkap pada Kamis (29/4/2021). RP diringkus di Jalan Raya Pandu, Banjar Dukuh, Desa Dalung, Kuta Utara sekitar pukul 19.00 Wita, sedangkan YE di Jalan Mahendradata Denpasar,” ucap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra, Senin (3/5/2021).

Di dampingi Kepala BNNK Badung AKBP Nyoman Sebudi dan pihak Bea Cukai, di Kantor BNNK Badung, Sugianyar menambahkan, saat meringkus RP, Seksi Berantas BNN Badung mengamankan 1 karung pastik berisi pakaian bekas didalamnya berisi ganja 7 paket diikat lakban warna cokelat seberat total 9.127,92 gram netto.

Menurut Sugianyar, ganja jaringan Medan ini dikirim ke Bali via jasa pengiriman barang. Modusnya, paket ganja dibungkus lakban kemudian dicampur dalam karung berisi pakaian bekas lalu dikirim lewat jasa ekspedisi ke Bali.

Kronologi penangkapan kedua tersangka, kata Sugianyar, berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan lewat aplikasi QR Code BNNK Badung seringnya terjadi penyalahgunaan narkoba jenis ganja di seputaran Pantai Canggu, Badung dan sekitarnya.

Setelah melakukan pendalaman, akhirnya Seksi Berantas BNNK Badung berhasil menangkap RP dengan barang bukti 9 kg ganja yang dikemas dalam 7 paket dan dimasukkan dalam karung bersama pakaian bekas.

“Satu jam setelah tim meringkus RP, dan berdasarkan pengembangan akhirnya ditangkap pula YE yang saat itu sedang menunggu ganja dari RP. Dari tangan YE diamankan sebuah handphone,” ucap Sugianyar dan menambahkan, kedua tersangka kini diamankan di Kantor BNNK Badung untuk proses hukum lebih lanjut.

Kepala BNNK Badung AKBP Nyoman Sebudi menambahkan kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (yus)