Virus Corona telah Renggut 143 Nyawa di Denpasar

Dewa Gede Rai

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Sejak merebaknya virus corona di Denpasar pada Maret tahun lalu, sudah 143 orang (1,81%) terenggut jiwanya dari 7.904 orang terkonfirmasi positif. Sedangkan pasien yang berhasil sembuh sebanyak 6.680 orang (84,51%) dan sisanya atau 1.081 orang (13,68%) masih dalam perawatan.

“Sampai hari ini secara kumulatif kasus positif tercatat 7.904 kasus,  angka kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 6.680 orang  (84,51%), meninggal dunia 143 orang (1,81%) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 1.081 orang (13,68%),” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Rabu (3/2/2021).

Saat menyampaikan update Covid-19, Dewa Rai mengakui Covid-19 di Denpasar memang sulit diprediksi. Pada hari ini, Rabu 3 Februari 2021, lanjut Dewa Rai, tercatat terjadi penambahan kasus sembuh sebanyak 76 orang, kasus positif bertambah 48 orang, dan 2 pasien meninggal dunia.

Berdasarkan data itu, kata dia, dapat dilihat bahwa tren penularan beranjak menurun, namun masih terjadi penularan aktif. Sehingga wajib bagi masyarakat tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Terkait kasus meninggal dunia pasien pertama diketahui seorang laki-laki usia 67 tahun domisili di Kelurahan Renon. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 23 Januari 2021 dan meninggal pada 3 Februari 2021.

Untuk pasien kedua seorang laki-laki berusia 65 tahun domisili di Kelurahan Dangin Puri. Pasien positif Covid-19 pada 25 Januari 2021 dan meninggal pada 3 Februari 2021.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah telah menyebabkan kasus Covid-19 di Denpasar meningkat drastis, tanpa disadari peningkatan ini jauh berbahaya dari rata-rata angka Covid-19 pada tahun 2020 lalu,” imbuhnya.

Dewa Rai mengatakan berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Karenanya bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius Satgas Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir camat.

“Sesuai arahan bahwa hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu,” ujarnya.

Dewa Rai mengajak  masyarakat mengurangi mobilitas dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini mengingat tren peningakatan kasus diiringi menurunnya angka kesembuhan akan berpengaruh pada ketersediaan ruang isolasi dan perawatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, hal ini mengingat tingkat hunian isolasi dan ICU yang terus meningkat berpengaruh kepada kesediaan ruang rawat,” jelasnya. (hum)