Hari Ini, 5 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Sembuh 105 Orang, Terkonfirmasi Positif 112 Orang

Update Covid-19 Provinsi Bali pada Jumat 25 Desember 2020

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat hari Jumat (25/12/2020) ada penambahan pasien Covid-19 meninggal dunia sebanyak 5 orang, sedangkan yang sembuh 105 orang dan terkonfirmasi positif bertambah 112 orang.

Lima pasien yang meninggal hari ini, dua terdapat di Kota Denpasar, dan tiga lainnya masing-masing terdapat di Kabupaten Gianyar, Badung, dan Kabupaten Tabanan.

Dengan adanya penambahan 5 pasien Covid-19 yang meninggal secara kumulatif di Bali telah 497 orang (2,93%) meninggal karena virus corona. Rinciannya, 100 orang terdapat di Kota Denpasar, 79 orang di Gianyar, 66 orang di Buleleng, 61 orang di Tabanan, 58 orang di Badung, 51 orang di Karangasem, 38 orang di Bangli, 22 orang di Klungkung, Jembrana 18 orang, warga negara asing 3 orang dan domisili luar Bali 1 orang.

Sedangkan dengan adanya penambahan 105 pasien yang sembuh dari Covid-19 maka secara secara kumulatif kesembuhan mencapai 15.460 orang (91,28%), dan angka posisif menjadi 16.937 orang setelah terjadi penambahan 112 orang pada hari ini.

“Kasus aktif per hari ini menjadi 980 orang (5,79%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” ucap Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp 100.000 bagi perorangan, dan Rp 1.000.000  bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dewa Indra mengatakan, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

“Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun berada,” tutur dia.

Dia juga mengingatkan akan pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker di manapun terutama saat berada di tengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

“Tetaplah waspada dan patuh  jalankan protokol kesehatan di manapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita. Terus patuhi 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun) dan dukung upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dari pemerintah,” pungkasnya. (zil)