Trisno Nugroho: “Dampak Covid-19, Transaksi Jual Beli Valas di KUPVA BB Turun 15,32%”

Trisno Nugroho

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan, dampak Covid-19 telah menyebabkan menurunnya transaksi jual beli valuta asing (Valas) di Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB). Telah terjadi penurunan hingga 15,32% di Pebruari 2020 dibandingkan bulan sebelumnya.

“Transaksi jual beli valuta asing melalui KUPVA BB pada Februari 2020 sebesar Rp2,75 Triliun. Terjadi penurunan sebesar Rp486,8 miliar (15,32%) jika dibandingkan dengan transaksi jual beli bulan sebelumnya sebesar Rp3,24 triliun. Kami memperkirakan nominal transaksi akan mengalami penurunan yang dalam mulai bulan Maret ini. Penurunan nominal transaksi ini seiring dengan meluasnya COVID-19 yang telah menjadi pandemi global,” jelas Trisno dalam rilis, Kamis (9/4/2020).

Dikatakan Trisno, KUPVA BB turut melakukan penyesuaian jam operasional. Sebanyak 36 Kantor Pusat dan 64 Kantor Cabang atau sekitar 16% mengurangi jam operasional menjadi 1 shift atau hanya beroperasi setengah hari. Selain itu, sebanyak 42 Kantor Pusat dan 218 Kantor Cabang atau sekitar 41% menerapkan kebijakan tutup sementara. Lokasi kantor yang ditutup didominasi oleh jaringan kantor yang berada Daerah Tujuan Wisata (DTW), khususnya di Kabupaten Badung sebagai pusat pariwisata Provinsi Bali. 

“Langkah pengurangan jam operasional dan penutupan sementara dilakukan selain dalam rangka mendukung kebijakan social distancing, juga dilakukan untuk efisiensi biaya operasional oleh pihak penyelenggara KUPVA BB,” ujar Trisno.

Dari sisi pengawasan, Trisno menyampaikan, KPwBI Provinsi Bali akan berfokus pada peningkatan pemahaman pengelolaan KUPVA BB secara lebih baik. Antara lain, dengan pemberian pelatihan secara online terkait ketentuan terbaru, pelaporan, dan pengelolaan KUPVA BB secara baik dan benar serta evaluasi pengembangan mekanisme transaksi jual beli valas secara digital. Hal ini ditujukan untuk memberikan pilihan metode transaksi guna meningkatkan kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara KUPVA BB, APVA, serta stakeholders terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap keberlangsungan bisnis KUPVA BB di Provinsi Bali, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh di kemudian hari untuk mengembalikan iklim bisnis KUPVA BB pasca Covid-19,” demikian Trisno Nugroho.

Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia,telah berimbas ke beberapa sektor, termasuk pariwisata. Tak pelak, Bali yang sebagian besar perekonomiannya bertumpu pada sektor pariwisata juga terkena dampaknya.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, semua negara menerapkan kebijakan pembatasan wilayah serta pembatasan aktifitas ekonomi dan sosial. Hal ini mengakibatkan penurunan kunjungan wisman di Provinsi Bali sebesar 31,19% pada bulan Februari 2020 (mtm) dan diyakini akan turun lebih dalam pada bulan Maret 2020.    (ari)