Trisno Nugroho: “Inflasi Bali di Januari 2020 Terkendali, TPID Pastikan Inflasi Terjaga dalam Kisaran Sasaran”

Trisno Nugroho

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS– Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho menegaskan, inflasi Bali di Januari 2020 terkendali, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran.

“Inflasi Bali di Januari 2020 terkendali, BI bersama Pemda dan TPID memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran,” ungkap Trisno Nugroho dalam siaran persnya, Selasa (4/2/2020).

Trisno Nugroho mengatakan, melalui TPID, kegiatan pengendalian inflasi tetap diarahkan pada tercapainya 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi ekspektasi. Kegiatan yang dilakukan antara lain berupa pasar murah yang telah diselenggarakan di beberapa kabupaten di Provinsi Bali guna mengendalikan gejolak harga.

“BI bersama Provinsi Bali dan OPD yang tergabung dalam TPID Provinsi Bali telah berperan aktif dalam mengawal dan mengendalikan inflasi melalui pemantauan kecukupan stok ketahanan pangan, menjaga stabilitas dan ekspektasi harga, penggalian informasi dengan stakeholders/instansi terkait, serta melalui forum koordinasi TPID dalam mengambil langkah – langkah antisipatif pengendalian inflasi.  

Inflasi Bali pada Januari 2020 dalam posisi terkendali meski sempat terjadi kenaikan harga pada cabai rawit di atas Rp 100 ribu. Namun kenaikan tersebut hanya terjadi beberapa hari saja sehingga rata-rata harga cabai sepanjang bulan Januari masih dalam batas wajar.  

Trisno kembali menegaskan, meningkatnya tekanan harga terlihat pada komoditas cabai merah, bawang merah, dan rokok putih. Peningkatan harga komoditas hortikultura pada umumnya terjadi disebabkan keterbatasan pasokan yang hanya terjadi pada saat curah hujan yang tinggi sehingga tidak menyebabkan kenaikan harga secara umum.

“Selain itu kenaikan yang minimal juga tertahan oleh penurunan harga BBM nonsubsidi pada 5 Januari 2020. Peningkatan terjadi hanya pada komoditas cukai rokok mendorong peningkatan sedikit kenaika harga rokok pada bulan ini,” terang Trisno Nugroho.

Ditambahkan, kenaikan harga di bulan Februari 2020 diprakirakan sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan Januari. Adanya perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yaitu perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang dapat mendorong peningkatan permintaan berpotensi mendorong tekanan harga.

Frekuensi hujan dan gelombang laut tinggi yang berpotensi menahan produksi dan distribusi khususnya bahan makanan, juga turut berkontribusi pada harga. Meskipun demikian, Bank Indonesia memperkirakan inflasi ke depan hingga akhir tahun akan tetap terkendali dan berada pada kisaran sasaran 3,0±1%.

“Pada Januari 2020, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,57% (mtm), turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm). Pencapaian inflasi Bali bulan Januari ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Nasional yang tercatat sebesar 0,39% (mtm),” sambung Trisno.

Sementara itu secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 2,45% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan Nasional yang sebesar 2,68% (yoy). Dengan demikian, inflasi Bali pada Januari 2020 berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 3,0%±1% (yoy).

Inflasi terjadi pada kedua kota sampel IHK yaitu kota Denpasar yang tercatat sebesar 0,55% (mtm) dan kota Singaraja mencatat inflasi sebesar 0,67% (mtm). Di Kota Denpasar dan Singaraja, inflasi bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau masing-masing sebesar 2,72% (mtm) dan 2,01% (mtm).  (ari)