Lagi, Tukang Tempel Sabu Diganjar Hukuman 10 Tahun Penjara

Share this post

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSPengadilan Negeri Denpasar kembali menjatuhkan hukuman berat kepada pengedar narkoba. Majelis hakim diketuai Engeliky Handajani Day, pada sidang Kamis (30/1/2020), menghukum Anjar Satwika Adi (39) dengan pidana selama 10 tahun karena terbukti mengedarkan sabu seberat 7,34 gram dan sebutir ekstasi dengan berat 0,54 gram.

Dalam amar putusannya majelis hakim  menyatakan, terdakwa Anjar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menyimpan, menguasai narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Anjar pun dipersalahkan melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

“Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama sepuluh tahun, dikurangi selama dalam tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan. Dan denda Rp 1 miliar subsidair tiga bulan penjara,” tegas Hakim Ketua Engeliky.

Terhadap hukuman yang dijatuhkan majelis hakim, Anjar hanya bisa pasrah. Melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum Peradi (PBH) Denpasar, Aji Silaban dkk menyatakan menerima. “Kami menerima Yang Mulia,” ucap Aji Silaban kepada majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyatakan hal senada meski dalam tuntutan pada sidang sebelumnya Jaksa I Dewa Gede Anom Rai melayangkan tuntutan terhadap Anjar dengan pidana penjara selama 13 tahun. Selain dituntut pidana badan, jaksa juga menuntut Anjar dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsidair empat bulan penjara.

Anjar ditangkap polisi dari Ditresnarkoba Polda Bali saat hendak menempel sabu di depan PT Buana Biru Express Jalan Griya Anyar, Gelogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan, Kamis, 5 September 2019 pukul 16.00 Wita. (red)