Laksmi Duarsa: Undangan Muskotlub adalah Gangguan terhadap TI Denpasar

Dr Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Denpasar Laksmi Duarsa, mengatakan ada upaya mengganggu organisasi TI Kota Denpasar dimana dojang-dojang yang bernaung di bawah Pengkot TI Denpasar menerima surat undangan Muskotlub, yang mana Panpel jelas bukan merupakan pengurus dojang yang ada di Kota Denpasar.

Laksmi meyakini bahwa panpel tersebut tidak mengantongi SK dari Pengprov ataupun dirinya. “Kalau Pengprov TI Bali sampai memberikan SK Panpel kepada mereka yang mengajukan Muskotlub, berarti Plh Ketua Umum Pengprov TI Bali yang dikirim oleh PBTI tidak memahami aturan dan ketentuan soal olahraga,” ucap Laksmi Duarsa, kemarin.

Laksmi Duarsa mengatakan, saat Ketua Umum TI Bali yang lama Lan Ananda mengeluarkan surat izin pelaksanaan Muskablub, PBTI mengeluarkan surat edaran bahwa Plt tidak boleh melaksanakan keputusan yang bersifat strategis termasuk Muskablub.

“Ech saat ini Pengprov TI Bali dipimpin oleh seorang Plh, yang mana bobot dan kewenangannya di bawah ketua umum yang lama, sudah pasti tidak dapat mengadakan Muskotlub. Bila hal tersebut dipaksakan maka TI Bali telah melanggar segala ketentuan dan AD/ART,” katanya.

Terkait beredarnya surat undangan Muskotlub TI Denpasar, Laksmi mengatakan sikap TI Denpasar tentu tergantung dari 11 dojang yang bernaung di bawah Pengkot TI Denpasar yang baru saja dilantiknya.

Laksmi menambahkan, pelantikan 11 dojang hari Minggu lalu itu karena ada surat dari Plh kepada seluruh Pengkab/Pengkot TI di Bali untuk mengesahkan dan melantik dojang-dojang yang ada di bawahnya.

Menurutnya, mayoritas dari 11 dojang masih mendukung dirinya sebagai Ketum Pengkot TI Denpasar, dan bila Plh berani melakukan Muskotlub, maka mereka akan melakukan perlawanan.

“Apa bentuk perlawanannya, saya tidak tahu, yang jelas hal ini tidak akan menumbuhkan iklim pembinaan prestasi yang baik bagi TI ke depannya,” ujar dokter spesialis kulit dan kelamin ini. Sedangkan I Komang Sumarcana selaku Ketua Harian TI Kota Denpasar mengatakan bahwa mereka yang buat ribut itu adalah pendatang dan bukan berasal dari Bali. “Kita semua sudah tahu, orangnya hanya itu-itu saja, tidak perlu saya sebutkan satu per satu,” imbuhnya.(rup)