Saat Rapat Pleno TPAKD, OJK Ungkap Penyaluran KUR di Bali Capai Angka Spektakuler

Elyanus Pongsoda

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS  – Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali-Nusra mengungkap fakta bahwa penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Bali mencapai angka menakjubkan. Hingga November 2019 yang lalu, sudah tersalurkan senilai Rp 5,086 triliun.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) tahun 2019, indeks literasi nasional sebesar 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan nasional 76,19 persen.

mengungkapkan, Survey Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) tahun 2019, indeks literasi keuangan nasional sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19%.

“Tetapi di Bali, tingkat literasi sebesar 38,06 persen dengan tingkat inklusi 92,91 persen,” beber Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Elyanus Pongsoda saat Rapat Pleno TPAKD Provinsi Bali di Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Jumat (6/12/2019).

Meski di Bali telah di atas target nasional, namun tetap terus meningkatkan kemudahan akses keuangan dan literasi masyarakat sehingga masyarakat tidak terjebak pada penawaran-penawaran investasi ilegal dan rentenir.

Untuk itulah, sesuai arahan Presiden Jokowi kepada Kementerian Dalam Negeri, agar membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh Provinsi dan Kabupaten di Indonesia.

Elyanus menjelaskan, TPAKD adalah forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat lebih sejahtera.

TPAKD Provinsi Bali dibentuk dengan SK Gubernur No.1073/01-D/HK/2016 tanggal 31 Maret 2016 dan anggotanya dikukuhkan pada tanggal 27 Juni 2016 oleh Wakil Gubernur Provinsi Bali dan Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang EPK.

SK tersebut kemudian diperbarui dengan SK Gubernur Bali No.1608/01-I/HK/2018 tanggal 30 April 2018 dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sebagai Pengarah.

Program-program prioritas TPAKD Provinsi Bali adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama dengan bank penyalur KUR yang berkantor di Bali. Selain itu, membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan melalui optimalisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), dan Asuransi Nelayan bekerja sama Dinas terkait dan PT. Jasindo Cabang Denpasar.

Program terus digencarkan seperti sosialisasi tentang keuangan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat di Bali. Elyanus menambahkan, tujuan rapat untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja TPAKD Provinsi Bali tahun 2019 serta membahas program kerja tahun 2020.

Elyanus menjelaskan, salah satu tujuan dari berdirinya OJK adalah mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel. Ini erat kaitannya dengan tingkat inklusi dan literasi keuangan masyakarat. Sebagai informasi bahwa target tingkat inklusi keuangan di tahun 2019 oleh Presiden Joko Widodo adalah sebesar 75 persen.

Terkait penyaluran KUR di Bali yang mencapai Rp 5,086 triliun hingga November 2019, Elyanus mengatakan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali dengan penyerapan di 3 besar sektor yaitu perdagangan besar dan eceran sebesar 43 persen, pertanian 18 persen, dan industri pengolah sebesar 15 persen.

Pihaknya mengapresiasi seluruh bank penyalur KUR di Bali karena dapat mencapai target di atas 100  persen serta menjaga kualitas NPL KUR di tahun 2019 di bawah 1 persen. Pihaknya juga mengucapkan selamat kepada BPD Bali sebagai salah satu nominasi BPD penyalur KUR terbaik di tahun 2019. Harapnnya, prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di tahun 2020.

“Sebagai salah satu program prioritas TPAKD Provinsi Bali tahun 2019, kami telah membangun website www.kurbali.com. Dengan mengusung tema Website KUR untuk Semeton Bali, website ini telah kami perkenalkan kepada seluruh Dinas Koperasi dan UKM 9 Kabupaten/Kota pada tanggal 20 September 2019,” ucapnya.

Tujuan dari website ini untuk mempermudah UMKM di Bali dalam mengakses KUR. Dengan adanya website ini, pelaku UMKM dapat mengajukan KUR kapanpun dan dari mana saja. Dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya, kurbali.com juga dapat menjadi sumber informasi terkini tentang KUR di Provinsi Bali.

Selain itu juga mempermudah pemerintah daerah mensosialisasikan KUR kepada UMKM di wilayahnya masing-masing. Dengan didukung oleh program pemerintah daerah Provinsi Bali 1 desa 1 wifi, kurbali.com dapat dapat diakses dari desa.

“Melalui kurbali.com, kita akan memiliki data tentang proses KUR di bank-bank penyalur KUR sehingga kendala-kendala yang ditemukan dapat diselesaikan dengan koordinasi antar stakeholder di daerah. Sejak pertama kali diperkenalkan, kami telah melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Badung, Tabanan, Klungkung, Bangli, dan minggu depan di Kabupaten Buleleng. Hingga saat ini, website tersebut telah diakses lebih dari 20.000 kali,” bebernya.

Data lainnya, sebut dia, terdapat 529 pengajuan KUR dari seluruh wilayah Bali melalui website ini dengan total pengajuan mencapai Rp37,5 miliar. Seluruh pengajuan telah diproses oleh bank penyalur KUR dan hingga saat ini baru disetujui 14 pengajuan KUR Mikro melalui website ini dengan total plafond sebesar Rp330 juta. Beberapa pengajuan terpaksa ditolak karena tidak sesuai ketentuan seperti memiliki kredit macet di industri keuangan.

“Meski jumlah pengajuan yang disetujui masih relatif sedikit namun keberadaan website ini kami pandang sangat bermanfaat dalam mempermudah masyarakat untuk mengakses KUR di Bali. Dapat kami informasikan bahwa pengajuan KUR melalui website ini hanya ada di Bali dan yang pertama di Indonesia,” demikian Elyanus.(ari)