Sekjen IODI ke Papua Bahas Dancesport di PON 2020

Ni Made Suparmi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI), Ni Made Suparmi dijadwalkan terbang ke Papua untuk menemui Sekum KONI Papua terkait isu dicoretnya cabor dancesport dari ajang PON XX/2020 Papua.

“Saya tanggal 26 September ini ke Papua menemui KONI setempat, dan dijadwalkan diterima sekumnya. Kami akan membicarakan lebih gamblang lagi seputar kabar tidak dipertandingkannya dancesport di PON Papua,” kata Suparmi.

Suparmi yang juga Ketum IODI Bali ini mengatakan, hasil pertemuannya dengan seluruh pengurus IODI di Indonesia, menghendaki dancesport tidak dicoret. Poin dari hasil pertemuannya dengan IODI seluruh Indonesia, sudah disampaikan ke Ketua KONI Pusat.

Dia mengaku tidak mengerti dengan tuan rumah Papua yang tidak akan mempertandingkan 10 cabor termasuk dancesport pada PON XX mendatang. Padahal, lanjut Suparmi, Ketua IODI Papua adalah Istri Gubernur Papua, Lukas Enembe.

“Papua juga mempunyai atlet dancesport bagus, dan berpotensi meraih medali di PON, tapi kok cabor ini tidak akan dipertandingkan? Aneh sepertinya, makanya saya akan ketemu Sekum KONI Papua untuk menjelaskan semuanya,” ucap Suparmi.

Selain ketemu KONI Papua, pihaknya juga akan bertemu Ketum IODI Papua, Ny. Lukas Enembe supaya bisa mengawal agar cabor dancesport dipertandingkan di PON XX.

Terkait alasan dicoretnya 10 cabor termasuk dancesport dari ajang PON karena dana, Suparmi mengatakan PP IODI siap mendanai sendiri biaya perangkat lunak untuk juri (skutiner) dan peralatan pertandingan lainnya, senilai Rp 500 juta yang didatangkan dari Australia.

“Fee juri, panitia dan akomodasi menjadi tanggungan PB PON, sedangkan perangkat lunak seperti skutiner yang didatangkan dari luar negeri, nanti PP IODI yang menanggung biayanya,” ucap Suparmi.

Suparmi mengatakan, IODI dalam gelaran PON XX tidak harus menggunakan tempat dance floor dari parkit tetapi siap menggunakan tempat yang disediakan tuan rumah.

Sebelumnya, lanjut dia, cabor dancesport PON XX sudah disepakati dipertandingkan di Bapelkes Kota Jayapura. Dan pihaknya siap dengan kondisi yang ada. Dia menambahkan, sudah ada lima hotel yang lokasinya dekat dengan venue dancesport sudah dibooking untuk seluruh kontingen cabor ini.

Dancesport PON XX rencananya mempertandingkan 17 nomor yang diikuti 132 atlet dari seluruh Indonesia, sedangkan panitianya berjumlah 114 orang, sehingga tercukupi akomodasi yang ada di seputaran Kota Jayapura.(git)