Jembrana Kembangkan Agrowisata Kakao

Share this post

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meninjau kegiatan Sosisalisasi Sinergi Pengembangan Kawasan Kakao Lestari (Si Pekak Lari).

Kegiatan  dirangkaikan dengan Gerakan Bersama Rehabilitasi Kebun Kakao di kebun I Wayan Sudana, Subak Abian Moding Sari, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jumat (6/9/2019).

Kegiatan itu digelar Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana bersinergi dengan petani kakao sebagai upaya pengembangan Agrowisata Kakao di Kabupaten Jembrana.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, program Si Pekak Lari wujud inovasi  untuk pengembangan kakao menjadi sebuah agrowisata di Jembrana.

Implementasi program itu melalui pemberdayaan dan pengembangan salah satunya di kawasan Kakao Lestari di Banjar Moding. “Kita lakukan rehab kebun melalui rehabilitasi, penanaman bibit dan mengembangkan pohon kakao yang telah ada melalui teknik sambung samping dan sambung pucuk untuk meningkatkan produktivitas dari komoditi kakao,” ujarnya.

Disamping itu, penguatan pasca panen, Sutama berharap kedepan kakao di Jembrana bisa satu pintu dalam pemasarannya, yakni melalui Koperasi Kerta Samania, satu – satunya di Jembrana yang memiliki sertifikat untuk ekspor.

“Dengan itu semua kita harapkan ke depan agrowisata kakao di Jembrana bisa segera terwujud, yang tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi di masyarakat,” imbuh Sutama.

Ditambahkan Sutama, nantinya ada sinergi kegiatan pengembangan kakao ini dari hulu sampai hilir ke depan bisa menjadi tujuan kunjungan wisata. Mulai dari visual pohon, fermentasi sampai berbagai hasil olahannya.

“Harapannya juga ada efek multiplayer dengan adanya Si Pekak Lari ini ke depan bisa menumbuhkan sektor-sektor  ekonomi lainnya seperti  warung-warung  kecil, jasa angkutan, jasa parkir, bila kunjungan sudah semakin ramai,” terangnya.

Wabup Kembang Hartawan mengatakan, saat ini kakao Jembrana sudah diakui kualitasnya hingga mancanegara. Program Si Pekak Lari harus terus dikembangkan dan kuatkan sehingga terjadi peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas serta bisa ekspor dalam skala yang lebih besar.

“Untuk itu dalam pengembangannya, program Si Pekak Lari itu akan kita kaitkan dengan wisata agro. Dengan wisata agro kita akan kenalkan proses pengembangan kakao mulai dari awal (penanaman) hingga diproses menjadi sebuah coklat berkualitas yang siap dimakan,”kata Kembang.

Ditambahkan Kembang, para petani subak abian juga akan terus didorong untuk lebih maju terutamamelalui keterlibatan generasi milenial untuk ikut mengembangkannya komoditas ini.

“Saya juga berharap dukungan dari petani untuk terus semangat mengembangkan perkebunannya, demi kemajuan pertanian di Jembrana,” pungkasnya.

Sementara salah seorang petani yang mengikuti kegiatan Si Pekak Lari, Wayan Sudana mengucapkan terima kasihnya serta berharap agar program tersebut bisa terus berlanjut .

Dia juga ingin melalui program yang digagas Dinas Pertanian Jembrana ini, masyarakat  semakin bergairah dalam mengembangkan produktifitas kakao.   (utu)