150 Kenshi dari 12 Provinsi Ikuti “Gasnaswilteng”

Share this post

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Sebanyak 150 kenshi dari 12 provinsi di Indonesia mengikuti Gashuku Nasional Wilayah Tengah (Gasnaswilteng) yang bakal dihelat Pengprov Perkemi Bali, di Hotel Batukaru Denpasar 16 – 18 Agustus 2019.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Gasnaswilteng, Made Mandiyasa saat mendampingi Ketua Umum Perkemi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, Gasnaswilteng tersebut bakal menghadirkan penguji dan  tim majelis Guru dari PB Perkemi yakni Sensei Yudy Siswantoro (VII DAN), Sensei Riza Rivai (VI DAN) serta Sensei Andreas Sohliem (V DAN).

“Kalau 12 provinsi yang mengirimkan kenshinya untuk mengikuti Gasnaswilteng itu, yakni Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jawa Timur sebagai undangan terdekat dan Bali sendiri,” ungkap pria yang akrab disapa Dendy ini dibenarkan Suwarjoni, Kamis (15/8/2019).

Tujuan Ganaswilteng itu sendiri, ditambahkannya, untuk penyeragaman teknik  bagi para kenshi, serta  menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat dari tingkatan menuju Kyu I sampai dengan DAN II.

“Nantinya di Gasnaswilteng juga diajarkan Karakter Bushido atau Jiwa Ksatria sejak usia dini, dan ini terlihat dari kedisiplinan yang melekat sesuai dengan salah satu janji yang dipegang erat oleh setiap kenshi, yakni menghormati atasan serta tidak meremehkan bawahan,” jelas Mandiyasa.

Sementara itu, Suwarjoni Astawa menambahkan, dirinya berharap dengan Ganaswilteng dapat menghasilkan kenshi berkualitas, serta membawa harum nama organisasi dan daerah masing-masing.

Diakuinya, Shorinji Kempo merupakan salah satu cabang beladiri yang dibentuk oleh So Dhosin di Jepang, guna memberikan kepercayaan diri untuk membela diri, kuat fisik dan mental. Melalui olahraga kempo diharap para kenshi menjadi manusia tempaan yang siap mengisi hidupnya dengan kerja dan karya.

“Setiap kenshi dilatih kedisiplinan dan pengembangan diri serta kepemimpinan dari tingkatan yang disandangnya melalui proses ujian kompetensi, untuk menuju tingkatan yang lebih tinggi,” tutup Suwarjoni Astawa.(git)