Ini Cara Agung Widiada Berbagi Bersama Anak Berkebutuhan Khusus…

Share this post

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Anak Agung Ngurah Gede Widiada memiliki cara tersendiri berbagi kebahagiaan bersama anak berkebutuhan khusus di Kota Denpasar. Ini dilakukan Widiada jelang pelantikannya sebagai anggota DPRD Kota Denpasar periode 2019-2024, Senin (19/8/2019).

Kegiatan berlangsung di sekretariat Yayasan Sehati Bali. Tokoh Puri Peguyangan ini disambut hangat pengurus yayasan dan belasan anak berkebutuhan khusus itu. Ketua Yayasan Ni Putu Puspawati, pembina Ketut Jogaster Susenapathy dan para guru serta anak-anak tampak sumringah.

Mengawali pertemuan, Turah Widiada menyampaikan rasa salut dan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Yayasan Sehati Bali yang demikian sabar merawat anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

“Semangat dan kepedulian Bunda Puspawati dalam mengabdikan diri untuk anak anak kita, sangat luar biasa,” ucap politikus Partai NasDem ini.

Karena itu, dirinya berterimakasih karena diminta menjadi pembina yayasan sehingga akan terus memperjuangkan hak anak-anak tersebut agar mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Ditambahkan Widiada, setelah melewati perjalanan dan waktu, kini yayasan telah memiliki badan hukum sehingga diharapkan bisa lebih dikenal dan mendapat perhatian semua pihak.

“Yayasan baru selesai mendapat pengesahan sehingga dideklarasikan, tentunya akan lebih dikenal dan mendapat perhatian pemerintah. Hari ini, kami bersyukur dan ingin bersama anak-anak dan mohon doa restu dengan tugas kedua sebagai wakil rakyat, semoga bisa terus  bekerja sama dalam sisi kemanusiaan,” sambungnya.

Dirinya berjanji, akan terus menyuarakan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan anak-anak bekebutuhan khusus itu. Diakuinya, untuk mengurusi anak berkebutuhan khusus tentunya biaya mahal namun hal itu tidak selalu benar, asalkan ada semangat dan niat mengabdi.

Dalam kesempatan itu, Puspawati menyatakan tekadnya untuk mengabdi diri, berkorban untuk mendampingi anak-anak asuhannya yang juga mendapat dukungan suami dan keluarganya meskipun banyak kendala seperti pendanaan untuk menggaji guru.

“Di sini ada 14 anak berkebutuhan khusus sehingga  perlu dapat respon semua pihak,” ungkapnya.

Puspawati yang awalnya guru umum namun akhirnya memilih jalur pengabdian untuk mendidik anak autis meski dengan kondisi seadanya, jauh dari sisi idealitas.

“Selama ini banyak mendapat support dari Turah Widiada dan Pak Jogaster, sehingga membuat saya semakin bangkit membuat yayasan, saya ingin lebih banyak membantu setidaknya keberadaan saya dan tim ingin ringankan orang tua agar anak tidak bergantung kepada orang lain,” tuturnya.

Di tempat yang dirintis sejak 2015 itu, anak-anak diajarkan mulai sejak datang nilai agama masing-masing. Misalnya, untuk anak beragama Hindu diajari menggunakan alat-alat persembahyangan seperti memakai kain, mebanten masuk ke kelas menurut kemampuan anak.

Sementara usai menyapa anak-anak, Turah Widiada bersama seluruh pengurus yayasan dan guru, melanjutkan syukuran dengan memotong tumpeng sederhana. Acara syukuran berlangsung semarak dan mengharukan terlebih saat anak berkebutuhan khusus ini, nampak bersemangat mengibarkan bendera merah putih sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat.   (ari)