Lagi, Bandara Ngurah Rai Musnahkan “Prohibited Item” Sitaan

Share this post

Mangupura, PERSPECTIVESNEWS –  PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali memusnahkan barang-barang dilarang (prohibited item), yang disita dari penumpang. Barang-barang tersebut disita karena tidak sesuai dengan aturan yang mengatur tentang barang yang diperbolehkan untuk dibawa masuk ke dalam pesawat udara.

Pemusnahan barang dilarang dilakukan pada Rabu (7/8/2019) di halaman Gedung GOI, Kompleks Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Adapun yang dimusnahkan terdiri atas 217 unit power bank, 112 unit korek api, 855 unit tongkat swafoto (tongsis), serta 1 karung berisi benda tajam seperti gunting, pisau, dan cutter.

“Sesuai dengan peraturan, kami kembali menggelar pemusnahan barang dilarang. Prohibited items yang dimusnahkan ini merupakan barang yang disita selama periode Maret hingga Mei 2019. Hal ini merupakan perwujudan komitmen kami selaku pengelola bandara untuk memastikan kegiatan penerbangan selalu dalam keadaan aman dan selamat,” ujar Airport Security Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Made Sudiarta.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, disebutkan dalam poin 6.2.8 b bahwa prohibited items yang ditahan atau disita dapat disimpan selama satu bulan sebelum dimusnahkan.

“Tentunya, prosedur penyitaan barang dilarang pun juga didasarkan pada aturan, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 80 Tahun 2017 dalam poin 6.2.8 a, di mana jika dalam pemeriksaan keamanan ditemukan barang dilarang yang dibawa penumpang atau di dalam bagasi kabin, harus dilakukan penyitaan oleh personel keamanan bandara. Jadi penyitaan ini telah sesuai ketentuan, dan sah secara hukum,” lanjutnya.

Sesuai aturan, dilakukan penanganan khusus terhadap pemusnahan power bank dan korek api, karena kedua barang ini dikategorikan sebagai limbah B3 (barang beracun dan berbahaya).  

Pihaknya terus memberikan penyuluhan dan memberikan informasi kepada para penumpang terkait ketentuan dalam membawa serta barang-barang ke dalam pesawat udara. Pengetahuan penumpang akan ketentuan prohibited items juga turut menjadi faktor kunci dalam rangka mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Sebagai informasi, penumpang dapat membawa power bank ke dalam pesawat dengan beberapa ketentuan, yaitu harus disimpan sebagai bagasi kabin, dan bukan sebagai bagasi tercatat.

Sedangkan power bank yang dapat dibawa masuk ke dalam pesawat adalah power bank berkapasitas kurang dari 100Wh. Untuk kapasitas 100 hingga 160Wh, setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal 2 unit, dengan persetujuan maskapai penerbangan. Sedangkan power bank dengan kapasitas lebih dari 160Wh dan yang tidak mencantumkan keterangan kapasitas, dilarang dibawa ke dalam pesawat.

Kegiatan pemusnahan prohibited items kali ini merupakah yang kedua kalinya sepanjang 2019. Pada pelaksanaan di akhir Februari lalu, telah dilakukan pemusnahan berupa 268 unit power bank, 1 kardus korek api, dan 1 kardus berisi benda tajam.(ari)