Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Jembrana Dianugrahi Dua Penghargaan Sekaligus

Share this post

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS-  Komitmen Pemkab Jembrana dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak berbuah manis setelah dianugrahi penghargaan nasional Kabupaten Layak Anak kategori Madya serta Sekolah Ramah Anak yang diraih SDN 1 BB Agung.

Penghargaan diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise kepada Bupati I Putu Artha melalui Kabag Pemerintahan Edy Sudarso, di Makassar, Sulawesi Selatan (23/7).

“Penghargaan ini adalah bentuk komitmen Negara untuk menjamin perlindungan anak, termasuk kewajiban pemerintah daerah untuk melaksanakan perlindungan anak,” sebut Yohana usai memberikan penghargaan. Yohana juga  memberikan ucapan selamat dan berharap tahun depan bisa lebih baik lagi.

Bagi Kabupaten Jembrana, penghargaan ini (kategori madya) adalah yang kedua kalinya setelah tahun sebelumnya meraih prestasi serupa. Sementara untuk kategori Sekolah Ramah Anak tingkat nasional yang disabet SDN 1 BB Agung kali pertama diraih tahun ini.

Penghargaan untuk sekolah ramah anak ini tergolong istimewa, karena hanya diraih enam sekolah se-Indonesia, salah satunya dari Jembrana.

Bupati Jembrana I Putu Artha, Senin (29/7/2019) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Ni Nengah Wartini serta Kadis PPPA-PPKB Ni Kade Ari Sugianti, sekaligus menerima Kepala Sekolah SDN 1 BB Agung Ni Made Sudestri, mengucapkan selamat sekaligus rasa bangganya atas torehan prestasi nasional ini.

Ia berharap penghargaan ini mampu memotivasi semua pihak dalam memberikan jaminan atas pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Dengan diterimanya penghargaan ini kita berharap peran seluruh stake holder, pihak swasta dan masyarakat untuk membantu pemerintah dan peduli terhadap hak-hak anak. Tentu tidak boleh berhenti sampai disini saja, semoga tahun akan depan bisa lebih ditingkatkan,” ungkap Artha.

Khusus terhadap sekolah ramah anak, Artha berharap apa yang sudah dicapai SDN 1 BB Agung itu bisa digetoktularkan kepada sekolah –sekolah lainnya di Jembrana. Mulai dari penyiapan sarana prasarana, kompetensi guru serta penguatan karakter anak.

Sementara Kadis Pendidikan Pemuda Olahraga Jembrana Ni Nengah Wartini mengatakan, dalam mewujudkan sekolah ramah anak bagi dunia pendidikan Jembrana tentu tidak lepas dari upaya pemenuhan delapan  pendidikan standar nasional. 

Langkah itu, selain  berupa dukungan sarana prasarana pendidikan yang ramah anak, juga melalui pembiasaan literasi sebelum jam belajar dimulai . Juga ada pemberian uang penghargaan kepada siswa berprestasi juga diberikan wujud apresiasi dan penambah motivasi belajar.

“Pemenuhan hak anak serta perlindungan kita sosialisasikan ke sekolah-sekolah dalam motto Barisan yakni menjadikan sekolah bersih, aman, ramah, indah, eksklusif, sehat , asri dan nyaman sehingga delapan jam mereka di sekolah, merasa terlindungi dan terpenuhi hak-haknya,” papar Wartini.

Penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 dilakukan dalam empat tahap. Pertama adalah penilaian mandiri terhadap lima klaster oleh masing-masing kabupaten/kota secara daring.

Selanjutnya, tim yang terdiri atas tim independen dan tim dari kementerian/lembaga terkait melakukan verifikasi administratif, verifikasi lapangan hingga verifikasi final.      (utu)