FPTI Bali Tentukan Skuat Pra-PON Usai Simulasi di Yogyakarta

Share this post

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pengprov FPTI Bali akan menetapkan atlet panjat tebing yang bakal berlaga di Pra-PON usai mengutus 10 atlet putra putri ambil bagian pada simulasi bersama atlet panjat tebing pelatnas Indonesia, di Climbing Wall Kompleks GOR Mandala Krida Yogyakarta, 20-21 Juni.

 “Jadi, keikutsertaan 10 atlet Bali itu ke simulasi di Yogya bersama atlet pelatnas nantinya kami jadikan sebagai ajang seleksi untuk menentukan penghuni tim Pra-PON Bali,” ucap Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika, Rabu (19/6/2019).

Memang, lanjut dia, ada sebagian atlet panjat tebing Pra-PON Bali yang tidak ikut karena ada yang cedera. Tapi yang berangkat ke Yogyakarta tersebut juga merupakan atlet yang dilihat dan diseleksi untuk masuk tim definitif Pra-PON Bali nanti usai dari Yogyakarta.

Dua atlet panjat tebing yang absen itu yakni Iwan dari Jembrana yang terkena musibah kecelakaan dan Nadya Putri Virgita yang masih dalam masa recovery untuk penyembuhan cedera bahu waktu latihan. Namun keduanya masih bisa turun di Pra-PON yang kabarnya digelar akhir September setelah Porprov Bali XIV/2019 Tabanan, September mendatang. Sayangnya tempat gelarannya belum ditentukan pastinya meski kabar yang beredar antara Surabaya atau Palembang.

Sepuluh atlet Bali yang ke Yogyakarta itu yakni di bagian putri Desak Made Rita Kusuma Dewi dari Buleleng, Komang Ayu Suartini dari Jembrana dan Ni Luh Jelita Damawati dari Badung. Sedangkan untuk putra ada dua atlet dari Denpasar yakni Danes Devrian Sanderhang dan Julianto Prasetyawan, serta dua dari Jembrana yakni I Komang Wiryastawa dan Gusti Ngurah Segara, terakhir 3 atlet dari Badung, Temi Teli Lasa, Himalaya dan Gede Surya Patra. “Sementara ini atlet yang sudah pelatda di daerahnya masing-masing di Bali ada 20 atlet putra dan 20 atlet putri yang kami seleksi. Nanti bakal diciutkan untuk tim definitif menjadi 10 atlet putra dan 10 atlet putri, namun kalau kuotanya 8 putra dan 8 putri, ya itu kami jalankan. Definitif kami bentuk setelah dari Yogyakarta,” tukas Yudi Atmika yang juga Wakil Sekretaris I KONI Bali itu.(git)