Bank Indonesia Kerja Sama dengan Pemkot Denpasar dan BPD Bali Launching E-Retribusi Pasar

Share this post

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali bersama Pemkot Denpasar dan BPD Bali melaunching e-Retribusi Pasar, di Pasar Agung Peninjoan Denpasar, Jumat (12/4/2019).

Kepala KPwBI, Causa Iman Karana mengatakan, e-Retribusi Pasar ini adalah cara pembayaran retribusi ataupun iuran/pungutan pasar secara non tunai melalui pendebetan rekening (autodebet) tabungan pedagang dan disetorkan ke rekening pengelola pasar serta dengan memanfaatkan teknologi QR Code untuk membantu proses absensinya.

Dengan adanya e-Retribusi Pasar, pedagang akan memiliki rekening tabungan yang bebas biaya administrasi di Bank BPD Bali sehingga program ini sekaligus meningkatkan keuangan inklusif,” ujarnya.

Causa Iman Karana menjelaskan, jika sebelumnya pelaksanaan dan pengelolaan retribusi pasar dilakukan secara tunai, maka sekarang diimplementasikan penerimaan retribusi pasar melalui pemrosesan pembayaran dengan cara non tunai, menggunakan Quick Respon (QR) Code dengan source of fund dari tabungan atau Basic Saving Account (BSA), sehingga transaksi menjadi lebih praktis, efisien, cepat dan aman serta mewujudkan keuangan inklusif.

“E-Retribusi ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Non Tunai dan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah Kabupater/kota,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, e-Retribusi juga sejalan dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang diatur dalam Perpres RI No. 82 Tahun 2015 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Dengan demikian, program e-Retribusi ini seperti kata pepatah “Sekali Mendayung, Dua Tiga Pulau Terlampui”.(ari)