Dewa Susila, Pegiat ‘Sport Tourism’ Minta Bantuan ke Presiden Jokowi, Apa Itu?

Share this post

Ini alasan yang membuat pegiat pariwisata Bali I Dewa Putu Susila berani minta bantuan kepada Presiden Jokowi. Membangkitkan ‘Sport Tourism’ yang masih tidur. “Itu alasan saya minta bantuan Presiden Jokowi karena beliau juga serius mengembangkan pariwisata di Indonesia khususnya Bali,” jelas Dewa Susila kepada Perspectivesnews.com, Jumat (5/4/2019).

Ibarat ‘The Sleeping Giant’, Dewa Susila menilai ‘Sport Tourim’ mesti segera dibangkitkan mengingat potensi ke depannya sungguh luar biasa. “Sport Tourism’ bisa memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah juga nasional. Jadi harus ada gebrakan besar menyambut era pariwisata sport ini,” tambahnya.

Pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan ‘Sport Tourism’ ini sangat berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat bisa serius mengembangkan ‘Sport Tourism’ di Bali. Salah satunya dengan membangun berbagai fasilitas olahraga bertaraf internasional di Pulau Dewata yang telah menjadi destinasi pariwisata kelas dunia tersebut.

“Kami harapkan Presiden Jokowi membantu Bali membangun fasilitas olahraga berstandar internasional untuk membangkitkan ‘The Sleeping Giant’ ini,” kata pemilik sejumlah bisnis di Kota Denpasar ini.

Jika perhatian pemerintah daerah dan pusat cukup besar, maka dirinya pun bertekad kuat turut mengawal aspirasi agar di Bali bisa dibangun fasilitas olahraga berstandar internasional. “Tentunya kami juga perlu didukung pendanaannya,” tuturnya lagi.

Tekad menggelora untuk membangkitkan ‘Sport Tourim’ tampak ketika Dewa Susila bersama pengurus KONI Bali menyampaikan langsung harapannya kepada Presiden Jokowi saat diundang dalam acara tatap muka Presiden Jokowi dengan tokoh-tokoh masyarakat Bali pada Jumat, 22 Maret 2019 di Taman Budaya Art Center, Denpasar.

“Kami sampaikan aspirasi ini langsung ke Presiden Jokowi bahwa ‘Sport Tourism’ di Bali harus didukung dengan fasilitas olahraga bertaraf internasional. “Kami yakinkan bahwa ‘Sport Tourism’ di Bali juga akan menguatkan pariwisata Indonesia menuju target 20 juta wisatawan pada 2020,” tutur Sekum Pergatsi (Persatuan Gateball Seluruh Indonesia) Bali ini.

Meski diakui sejauh ini pengembangan ‘Sport Tourism’ di Bali masih terkendala infrastruktur atau fasilitas, namun Dewa Susila menilai hal itu bukan lantas ada pembiaran. “Sampai saat ini untuk pembangunan infrastruktur di Bali biasanya baru dilakukan saat akan ada event-event besar saja. Salah satu kendalanya belum adanya cetak biru (blue print) pengembangan ‘Sport Tourism’ di Bali,” keluhnya.

Memang, bila dilihat dari track record pengalaman dan karir Dewa Susila di KONI Bali, keinginannya memajukan ‘Sport Tourim’ di Bali harus didukung segenap masyarakat. Bahkan untuk mewujudkan cita-cita luhurnya itu, pria kelahiran Kediri, Tabanan ini memperjuangkannya lewat pencalonannya sebagai Caleg DPRD Prov. Bali di Pileg 2019 ini.

Maju lewat Partai NasDem nomor urut 2 Dapil Tabanan, figur pria santun namun pekerja keras ini memastikan dirinya takkan main-main dengan janjinya memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dari kiprahnya selama berjuang di bidang pariwisata…. teristimewa di ‘Sport Tourim’ – ‘The Sleeping Giant’.    (ari)