Penitipan Jenazah Membludak, Gubernur Bali Minta Umat Patuhi Keputusan PHDI

Share this post

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali Wayan Koster meminta umat Hindu di Pulau Dewata mengikuti keputusan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menyikapi membludaknya penitipan jenazah di berbagai rumah sakit, di tengah pelaksanaan ritual di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem.

“Saya sebagai Gubernur tidak punya kewenangan untuk mengambil tindakan terkait hal ini. Yang punya kewenangan itu (PHDI) dan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali. Pertemuan ini mencarikan jalan keluar terkait masalah yang terjadi,” kata Koster saat menggelar rapat dengan PHDI dan MUDP, di Denpasar, Selasa (19/3/2019).

Apa yang telah diputuskan PHDI, lanjut Koster, seharusnya dilaksanakan dan umat harus tahu apa isi dari keputusan itu agar tidak salah persepsi dan menjadi masalah sehingga mengganggu pelaksanaan ritual 10 tahunan di Pura Besakih.

Menurut dia, permasalahan yang terjadi saat ini sejatinya telah diatur dalam keputusan PHDI, namun banyak masyarakat yang tidak mengikuti. “Untuk itu, saya berharap agar semua pihak bisa menerima keputusan dengan baik sehingga permasalahan ini tidak berkelanjutan,” ujarnya.

Serangkaian dengan ritual Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih, PHDI Provinsi Bali melalui keputusan pesamuhan madya Nomor 01/PESAMUHAN-MADYA/PHDI-BALI/VIII/2018 memutuskan salah satunya bahwa masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan “atiwa-tiwa” atau upacara pengabenan terhitung mulai 20 Januari sampai dengan 4 April 2019.

Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan selama ini terjadi kesalahpahaman umat Hindu soal jenazah yang dititipkan di rumah sakit di Bali, sehingga membludak di beberapa rumah sakit. Sudiana menyayangkan penitipan jenazah di rumah sakit karena seakan malah mengabaikan orang yang sudah meninggal.

“Ini terjadi kesalahpahaman oleh umat Hindu. Yang tidak diperbolehkan itu Ngaben, kalau ritual ‘mekinsan (menitipkan) di pertiwi atau di geni’ boleh. Ini ada salah paham, sehingga jenazah keluarga yang ditinggalkan dititipkan di rumah sakit. Ini tidak benar,” ucapnya.(ari)