Atlet Lolos Pra-PON Belum Jaminan Dikirim ke PON 2020, Ini Alasan KONI Bali

Share this post

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – KONI Bali hanya akan mengirim atlet ke PON XX/2020 Papua jika saat Pra-PON mereka menempati peringkat maksimal 5 besar. Ini dilakukan mengingat adanya pembatasan kuota peserta PON dari pihak tuan rumah.

“Jadi, bagi atlet yang menempati peringkat 6 ke bawah saat Pra-PON dipastikan tidak akan kami kirim ke Papua,” ujar Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi di sela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Bali, di Denpasar, Jumat 22 Februari 2019.

Suwandi mengatakan, kriteria pengiriman atlet ke PON XX tersebut harus tersosialisasi ke seluruh pengprov cabor, sehingga akan memotivasi atlet yang akan berlaga di Pra-PON supaya tampil bersungguh-sungguh dan meraih prestasi.

Dikatakan Suwandi, PON Papua nanti hanya diikuti 7.100 atlet dari seluruh Indonesia, jauh berkurang dibanding PON Jawa Barat tahun 2016 dengan atlet mencapai 10 ribu lebih.

Pembatasan peserta PON Papua, lanjut Suwandi, karena terbatasnya sarana akomodasi yang ada di Papua, dan Bali sendiri hanya kebagian kuota sebanyak 150 sampai 160 atlet.

Kebijakan KONI Bali hanya akan mengirim atlet lolos Pra-PON dengan predikat peringkat 1 sampai 5, kata Suwandi, selain karena kuota dari tuan rumah PON, juga karena terbatasnya anggaran dari Pemprov Bali.

Berbeda saat PON Jabar, KONI Bali tidak saja mengirim atlet lolos Pra-PON dengan peringkat 8 besar, atlet dengan wildcard pun juga dikirim ke PON Jabar. “Untuk PON Papua, semua itu tidak ada lagi, artinya kami harus benar-benar menerapkan hanya peringkat 1-5 saja yang dikirim ke PON,” imbuh Suwandi.

Ditanya adanya sanksi yang diberikan induk cabor jika atlet lolos Pra-PON namun tidak dikirim ke PON, Suwandi mengatakan sanksi tersebut tidak ada, karena saat PON di Jawa Barat tahun 2016, Provinsi Banten yang hanya mengirim lima besar hasil Pra-PON ternyata tidak disanksi apa-apa.

“Inilah makanya kepada pengprov cabor, jika tidak yakin menempati posisi 5 besar di Pra-PON, ya sebaiknya tidak usah ikut Pra-PON. Sebaliknya kalau sudah yakin dapat mempersembahkan medali, maka KONI Bali akan mengirimkan mereka ke Pra-PON,” kata Suwandi.

Menurut dia, kontingen Bali ke PON Papua mendatang meski dalam sisi kuantitas jauh lebih kecil ketimbang PON Jabar, namun dari prestasi yang dihasilkan nanti tidak kalah dari PON Jabar.

Saat PON Jabar, kata Suwandi, Bali membawa pulang 20 medali emas dari total atlet sebanyak 361 orang, atau kalau diprosentasekan sekitar 5-7 persen atlet yang dikirim meraih medali emas.(git)