Gejala Hipertensi, Pengobatan, serta Pencegahannya

dr. Anggi Harvia K.

Oleh: dr. Anggi Harvia K.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika seseorang mempunyai tekanan darah yang terukur yaitu ≥ 130/80 mmHg

Kasus hipertensi terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Riskesdas Kemenkes Republik Indonesia menunjukkan kasus hipertensi di Indonesia meningkat menjadi 34,1 persen pada akhir tahun 2018. Meski kasus tekanan darah terus meningkat tiap tahunnya, cara mencegah hipertensi masih mungkin dilakukan.

Anda bisa menurunkan faktor risiko hipertensi di masa mendatang dengan mengetahui berbagai penyebab, gejala dan pengobatannya.

Apa gejala hipertensi?

Sebagian besar orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri-ciri atau gejala hipertensi tertentu.

Umumnya, gejala hipertensi adalah sebagai berikut.

  • Sakit kepala parah
  • Sesak napas
  • Mimisan
  • Kulit memerah (terutama pada wajah dan leher)
  • Pusing
  • Nyeri dada
  • Gangguan penglihatan
  • Ada darah dalam urine

Apa penyebab hipertensi?

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis hipertensi yang umum terjadi, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer adalah jenis hipertensi yang berkembang dari waktu ke waktu tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Sedangkan, hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang terjadi dengan cepat dan bisa menjadi lebih parah daripada hipertensi primer.

Secara umum, penyebab hipertensi adalah sebagai berikut.

1. Faktor genetik atau keturunan

2. Perubahan fisik

Perubahan fisik yang semakin menua juga bisa menjadi penyebab hipertensi. Jika Anda mengalami perubahan fungsi ginjal karena penuaan, maka keseimbangan garam dan cairan alami tubuh akan terganggu. Alhasil, tekanan darah tubuh ikut meningkat.

3. Pola hidup tidak sehat

Kebiasaan merokok, terlalu banyak konsumsi makanan asin, terlalu banyak konsumsi makanan manis, kurangnya aktivitas fisik, serta obesitas.

4. Adanya kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu bisa menjadi penyebab hipertensi muncul, yakni:

  • Penyakit ginjal
  • Obstructive sleep apnea
  • Cacat jantung bawaan
  • Masalah tiroid
  • Efek samping konsumsi obat
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Masalah kelenjar adrenal
  • Tumor endokrin tertentu

Apa saja faktor risiko hipertensi?

Adapun berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi secara umum adalah:

  • Usia > 65 tahun
  • Ras kulit hitam
  • Obesitas
  • Memiliki keluarga yang mengidap tekanan darah tinggi
  • Konsumsi terlalu banyak garam dan kekurangan buah maupun sayuran
  • Tidak melakukan olahraga teratur
  • Mengonsumsi banyak alkohol atau kopi (atau minuman kafein lain)
  • Merokok
  • Kurang tidur atau mengalami kesulitan tidur
  • Mengalami stres

Bagaimana cara mengobati hipertensi?

Pada dasarnya,pengobatan hipertensi yang direkomendasikan dokter disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami.

Cara mengobati hipertensi yang umum direkomendasikan dokter, meliputi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat penurun tekanan darah.

Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengobati hipertensi selengkapnya.

1. Kurangi asupan garam

Salah satu cara mengobati hipertensi adalah dengan mengurangi asupan makanan mengandung garam. WHO merekomendasikan pengurangan konsumsi garam hingga di bawah 5 gram per hari untuk membantu mengurangi risiko hipertensi.

2. Tidak merokok

Merokok tidak hanya bisa meningkatkan faktor risiko hipertensi, melainkan juga memunculkan berbagai gangguan kesehatan lain.

3. Lakukan latihan fisik secara teratur

Pengobatan tekanan darah tinggi sekaligus cara mencegah hipertensi juga perlu melakukan aktivitas fisik secara teratur setidaknya 150 menit setiap minggu. Anda bisa membaginya menjadi 30 menit per hari agar tubuh bisa beradaptasi. Jenis olahraganya pun tidak perlu rumit. Contohnya, berjalan, jogging, bersepeda, dan berenang.

4. Hindari stres

Menghindari atau belajar mengelola stres dapat membantu seseorang untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Anda bisa melakukan meditasi, yoga, hobi yang Anda gemari, atau memanjakan diri di spa.

5. Hindari konsumsi alkohol

6. Terapkan pola makan yang seimbang

Konsumsi lebih banyak buah, sayur, ikan, gandum utuh, dan kacang-kacangan, serta mengurangi makanan berminyak dan berlemak.

7. Jaga berat badan

Kelebihan berat badan dapat berkontribusi terhadap penyebab hipertensi. Pasalnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, penderita hipertensi perlu menurunkan berat badannya bila berlebihan.

8. Minum obat penurun tekanan darah

Jika pola hidup tidak cukup sebagai pengobatan hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun tekanan darah. Penggunaan obat penurun tekanan darah juga disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami.

Bagaimana cara mencegah hipertensi?

Walaupun sudah melakukan berbagai cara mengobati hipertensi, Anda tetap melakukan tindakan pencegahan hipertensi agar gejala tekanan darah tinggi tidak muncul lagi di kemudian hari.

Cara mencegah hipertensi yang bisa dilakukan, yakni:

  • Kurangi konsumsi garam dan menjalani diet sehat
  • Kurangi konsumsi alkohol dan kafein
  • Kurangi berat badan jika diperlukan
  • Olahraga secara teratur
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stres dengan baik

Hipertensi adalah kondisi serius yang dapat menjurus ke berbagai masalah medis lainnya, seperti stroke dan penyakit jantung.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk segera berkonsultasi ke dokter sekaligus menjalani pola hidup yang tepat, bila Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki tekanan darah tinggi.