Petarung PON Bali Asah Kemampuan Teknik

Petarung PON Bali saat menjalani latihan teknik di GOR Lila Bhuana, Denpasar agar tidak menjadi bulan-bulanan lawan di Papua nanti.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Latihan atlet tarung derajat PON Bali sudah masuk pada tahap meningkatkan kemampuan teknik bertarungnya supaya di PON Papua nanti mereka bisa memenangkan laga.

Seperti yang dilakukan pada 18 September 2021 lalu di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 8 petarung PON Bali dikeroyok oleh beberapa petarung non-PON. Dikeroyok bukan dalam artian mengalami kekerasan, melainkan dalam tajuk sparing antar petarung dalam program try in.

Manajer tim tarung derajat PON Bali sekaligus Sekum Pengprov Kodrat Bali, AA Bagus Tri Candra Arka menjelaskan, 8 petarung itu meladeni petarung Popnas, kejurnas serta sparring partner yang notabene petarung di luar PON yang dilibatkan dalam TC sentralisasi.

“Jadi dalam konsep try in itu kami ingin melihat sejauhmana kekuatan fisik petarung dalam 3 ronde. Hasilnya, fisik mereka masih kuat dengan melahap 3 ronde itu,” beber Tri Candra Arka, rabu (22/9/2021).

Dalam prosesnya, setiap ronde petarung PON Bali meladeni petarung dengan beda level. Seperti di ronde pertama melawan petarung Popnas, kemudian ronde kedua melawan petarung kejurnas.

Dari segi kualitas, memang petarung PON menang telak. Namun bukan itu yang diinginkan, melainkan progres sejauh mana teknik yang diberikan pelatih bisa diaplikasikan dengan baik dalam latih tanding itu. “Semuanya kami evaluasi, teknik, fisik dan mental,” ujarnya.

Lantas apa program selanjutnya menjelang keberangkatan menuju PON? Pria yang akrab disapa Gung Cok ini menambahkan, intensitas dalam latihan masih tetap sama, namun sekarang sebatas menjaga peak performance. “Tidak ingin terlalu di forsir, untuk mengantisipasi cedera,” tegas Gung Cok.

Mengenai target emas di PON nanti, pihaknya memancang seluruh atlet bisa meraih medali emas. Karena, jika hanya disebutkan beberapa dan di kelas apa saja, takutnya membebani mental petarung.

“Dari KONI Bali memang menginginkan 3 emas, tapi kami memancang semua petarung bisa meraih emas. Ini juga sebagai bentuk motivasi agar petarung tampil dengan Puputan di PON nanti,” ujarnya.

Adapun ke 8 petarung PON Bali itu yakni di putra ada Ferdy Surya Dewa Yana di kelas 49,1-52kg. Lalu ada Rudy Nurudin kelas 55,1-58kg, Gede Dicky Handika Putra kelas 58,1-61kg.

Selanjutnya, Dewa Komang Tri Darma Putra kelas 61,1-64kg, I Made Ardi Arimbawa kelas 64,1-67kg, Andre Surya kelas 75,1-80kg. Kemudian di putri ada Ni Made Yogi Astrini kelas 58,1-62kg dan Kadek Krisna Dewi kelas 62,1-66kg. (zil)