Pelatih Motocross PON Bali Diminta Segera Ajukan Proposal

Tim Monitoring dan Evaluasi KONI Bali saat meninjau lintasan motocross Tengkudak, Penebel, Kabupaten Tabanan sekaligus memantau 3 crosser PON Bali berlatih.

TABANAN, PERSPECTIVESNEWS – Permintaan property  crosser Bali  Aditya Permana dan Diva Ismayana direspon positif oleh Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, ketika melakukan monitoring di lintasan motocross Desa Tengkudak, Penebel, Tabanan, Rabu (9/6/2021).

Permintaan atlet tersebut di antaranya baju dan alat pelindung  atau perlengkapan crosser. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi  minta supaya IMI Bali atau yang ditunjuk untuk segera membuat proposal sesuai dengan kebutuhan, agar secepatnya direalisasi.

Tidak hanya untuk motocross, tapi cabang-cabang olahraga yang lolos PON, juga untuk segera membuat proposal kebutuhan atlet.

“Keterbukaan ini yang saya gemari,  tidak perlu ada yang disimpan, apa yang diperlukan langsung bicara supaya segera direalisasi,” kata Suwandi.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov IMI Bali, Nyoman Seniweca  mengatakan cabang motocross meloloskan 3 atlet meliputi Aditya Permana, Diva Ismayana dan Gede Saka.

Menurutnya tidak ada masalah dengan teknik dan fisik para atlet, mengingat latihan terus rutin dilakukan. Meski demikian dirinya tidak mau mengumbar target.

“Target kami minimal mempertahankan medali yang diperoleh pada Pra-PON yakni 1 medali emas, dan 1 perak,” ujarnya sembari menambahkan medali emas diraih di beregu yaitu Aditya Permana dan Diva Ismayana, sedangkan medali perak diraih Diva Ismayana, di perorangan.

Masih dari hasil monitoring, Ketua Umum KONI Kabupaten Tabanan, Dewa Gede Ary Wirawan mengatakan, dua venue  dipersiapkan untuk kepentingan olahraga Bali, meliputi papan panjat di lapangan Alit Saputra, dan Lintasan Motocross.

“Kami komitmen berkontribusi tidak hanya atlet tapi juga venue. Kalau atlet dominasi penyumbang atlet terbanyak di cabang rugby,” jelasnya. (yus)