PLN UID Bali Berikan Edukasi Bermain Layangan di Tempat Aman

PLN UID Bali Berikan Edukasi Bermain Layangan di Tempat

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS– Meski sebatas imbauan, namun PT PLN (Persero) UID Bali akan tetap serius memberikan edukasi untuk bermain layangan di tempat aman yang jauh dari lokasi jaringan listrik.

Menurut Manager Komunikasi PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya, Rabu (9/6/2021), di Denpasar, imbauan ini merupakan bentuk keseriusan PLN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak bermain di lokasi jaringan listrik apalagi Bali memasuki musim layangan.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak bermain layangan di dekat jaringan listrik. Karena selain membahayakan keselamatan diri sendiri, juga menyebabkan gangguan seperti listrik padam sehingga merugikan masyarakat. Kami akan terus memberikan edukasi bahayanya bermain layangan di sekitar lokasi jaringan listrik dengan menggandeng berbagai pihak,” ungkapnya dalam temu media rutin.

Made Arya mengungkapkan, gangguan kelistrikan akibat layang-layang dari tahun ke tahun meningkat drastis. Pada tahun 2019, terjadi 72 kali gangguan listrik padam. Sedangkan pada tahun 2020, gangguan kelistrikan akibat layang-layang mencapai 291 kasus.

“Di tahun 2021, sampai tanggal 6 Juni tercatat 17 kali gangguan. Artinya ini persoalan yang serius,” ujarnya.

Kendati demikian, Made Arya mengaku tidak mengetahui secara persis berapa kerugian PLN akibat layang-layang.

Ditambahkan, PLN tidak pernah melarang masyarakat dalam bermain layang-layang. Hanya saja PLN mengimbau agar masyarakat mencari tempat aman saat bermain.

PLN juga mengingatkan apabila ada layangan mengenai kabel atau jaringan listrik, agar masyarakat segera menghubungi petugas PLN.

“Jangan diambil menggunakan kayu, bambu apalagi pipa besi, sangat berbahaya. Kalau ada layangan tersangkut di kabel atau jaringan listrik, segera hubungi kami,” ujarnya.   (ari)