Memotivasi Atlet Panjat Tebing PON, Suwandi: Jangan Sia-siakan Kepercayaan Masyarakat

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi bersama Sekum IGN Oka Darmawan, Wakil Sekretaris Ida Ayu Herawati dan Binpres Nyoman Yamadhiputra melakukan monev ke atlet panjat tebing PON di Lapangan Alit Saputra, Rabu (9/6/2021).

TABANAN, PERSPECTIVESNEWS – KONI Bali melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap atlet panjat tebing yang akan berlaga di PON XX/2021 Papua, di Lintasan Panjat Tebing Lapangan Alit Saputra Tabanan, Rabu (9/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi memberikan motivasi kepada para atlet panjat tebing Bali agar mereka benar-benar berjuang menjadi yang terbaik di Papua 2-15 Oktober 2021.

“Kalian adalah duta Bali, banyak masyarakat berharap kepada kalian untuk menorehkan prestasi dengan merebut medali emas di PON Papua mendatang. Kepercayaan masyarakat Bali jangan disia-siakan, kalian harus komitmen berjuang merebut prestasi sekuat tenaga,” ujar Suwandi.

Panjat tebing meloloskan delapan atletnya terdiri dari enam putra dan dua putri ke PON Papua. Mereka kini sedang menjalani pemusatan latihan desentralisasi di Hotel Batukaru Denpasar dengan venue latihan di Lapangan Alit Saputra Tabanan.

Suwandi mengatakan, sebagai atlet wakil Bali ke PON, tentunya KONI Bali memberikan perhatian kepada mereka berupa dana tali kasih setiap bulan. Dengan perhatian seperti itu, Suwandi berharap para atlet juga memberikan yang terbaik bagi Bali dengan prestasi PON.

Tim panjat tebing di PON nanti diberikan target merebut 3 medali emas, dan kini mereka sedang mempersiapkan diri untuk merebutnya dengan berbagai latihan yang diberikan tim pelatih.

 Menurut Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika, untuk merealisasi target 3 medali emas tidaklah mudah. Selain diperlukan menu latihan yang keras, juga diperlukan uji coba berupa try out ke beberapa kejuaraan resmi dimana atlet PON daerah lain terlibat.

“Persoalannya terletak di anggaran, kalau dananya ada dan didukung oleh KONI Bali kami akan meningkatkan kualitas atlet kami dengan mengikuti beberapa kejuaraan,” ucap Putu Yudi Atmika.

 Yudi yang juga salah seorang pengurus KONI Bali ini menyebutkan paling tidak ada tiga kejuaraan yang digelar sebelum PON, yakni di Jambi, Bandung, dan Jateng.

“Tapi kan KONI Bali tidak mengizinkan try out. Sedangkan kalau try in butuh anggaran persiapan sebagai tuan rumah tidak mudah. Seperti anggaran untuk tenaga. Salah satu contoh seperti pembuat jalur itu melakukan kerjanya sampai jam 12 malam untuk membuat jalur baru. Jadi itu perlu anggaran juga termasuk anggaran untuk persiapan lainnya,” tegas Yudi Atmika.

Sedangkan untuk try out lanjutnya, kendalanya adalah biaya keluar kota dan peserta dikenakan biaya. Pasalnya kalau try out maupun try in bentuk kegiatannya harus kejuaraan kalau bentuk latihan bersama akan sulit dilakukan. 

“Jika KONI Bali memberi dukungan untuk try out, kami akan mencoba melakukan pendekatan kepada KONI Bali untuk mengikuti salah satu kejuaraan seperti yang digelar di Bandung atau di Jawa Tengah. Nanti dipilih mana kejuaraan yang bergengsi dan diikuti atlet PON provinsi lainnya,” demikian Yudi Atmika. (yus)