Gubernur Koster Damaikan Konflik Dualisme Asita Bali

Gubernur Bali Wayan Koster di dampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati berpose bersama usai mendamaikan konflik di Asita Bali.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Ketua UmumDewan Pengurus Pusat Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Dr Nunung Rusmiati mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster, yang telah mendamaikan konflik dualisme di Asita Bali, pada Senin (31/5/2021).

“Saya terharu dengan usaha yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster dalam upaya mendamaikan konflik dualisme Asita Bali, yang kasusnya cukup berlarut-larut. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur,” ucap Nunung terbata menahan haru di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster di dampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Dengan perdamaian ini Nunung berharap jadi tujuan yang sangat baik, mengingat pariwisata sangat butuh persatuan di Bali. Ia menambahkan,  apa yang terjadi di Bali bisa menjadi contoh, bagaimana perseteruan dan perbedaan bisa didamaikan dengan indah.

“Di saat 90 persen anggota tidak ada kegiatan karena pandemi, miris sebenarnya melihat kondisi ini. Sehingga Saya harapkan semua gubernur di Indonesia memiliki sikap seperti Gubernur Bali yang mampu menyelesaikan masalah kepariwisataan. Beginilah caranya, contoh di Bali bagaimana cara menyelesaikan masalah,” tuturnya lagi.

Gubernur Wayan Koster dalam arahannya menyatakan saat ini sedang menata pariwisata Bali secara fundamental dan komprehensif agar pariwisata tetap berbasis budaya, berkualitas dan berdaya saing serta memberi manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali dengan berpedoman pada Perda Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataandan Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali.

Untuk mendukung kegiatan pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing, gubernur jebolan ITB ini sedang bekerja keras membangun infrastruktur meliputi, Jalan Shortcut Singaraja – Mengwitani; Jalan Tol Gilimanuk – Mengwitani; Pelabuhan Segitiga Sanur di Denpasar, Sampalan di Nusa Penida, dan Bias Munjul di Nusa Ceningan; Benoa Maritime Tourism Hub; dan Pusat Kebudayaan Bali.

“Jadi Saya mengajak pelaku pariwisata turut serta mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang saat ini sedang giat menata ekosistem pariwisata (Busana Adat Bali, Aksara Bali, Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, hingga memanfaatkan energi bersih melalui kendaraan listrik berbasis baterai,red). Jadi tidak elok, ketika Saya kerja keras, masak kalian malah berantem. Sekarang Saya senang kalau sudah bisa damai,” ujar Gubernur Koster.

Perdamaian ditandai terbitnya SK DPP Asita No: 019/DPP-ASITA/K/V/2021 tentang Pencabutan SK DPP Asita No: 012/DPP-ASITA/K/VII/2020 tentang Pembekuan Pengurus DPD Asita Bali.

Dengan dicabutnya SK tersebut maka DPP Asita mengembalikan hak-hak Kepengurusan Daerah Asita Bali sebagaimana mestinya kepada I Ketut Ardana, SH sebagai ketua terhitung sejak dikeluarkan SK itu.

Selain juga mengembalikan Komang Takuaki Banuartha sebagai Ketua Dewan Pengawas Tata Krama Daerah Bali, memerintahkan DPD Asita Bali untuk melaksanakan keputusan ini dengan segera sejak menerima surat keputusan ini guna menjalankan roda organisasi seperti sedia kala. Dan, memerintahkan DPD Asita Bali melaksanakan musda selambat-lambatnya tanggal 31 Agustus 2021.  (ari)