Di Forum Kabupaten/Kota Kreatif, Wabup Patriana Sebut Pandemi Lahirkan Kreatifitas

Wabup Jembrana IGN Patriana Krisna menghadiri pergelaran Temu Komunitas dan Diskusi Forum Kabupaten/Kota kreatif se-Bali.

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS– Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna menghadiri pergelaran Temu Komunitas dan Diskusi Forum Kabupaten/Kota kreatif se-Bali.

Acara yang menghadirkan pelaku usaha kreatif se Bali ini digelar di Kampus Primakara, Denpasar, Kamis malam (27/5/2021).

Turut hadir Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM RI (Bidang Ekonomi Kreatif) Fiki Chikara Satari, Direktur Pemasaran Indonesia Creatif Cities Network (ICCN), Ida Bagus Agung Gunatharwa.

Mengundang insan kreatif se Bali, kegiatan bertujuan untuk melihat peluang kolaborasi yang dapat dilakukan bersama dengan ICCN yang telah memiliki jejaring lebih dari 210 komunitas Kota/Kabupaten di Indonesia.

Wabup Patriana yang akrab disapa Ipat ini menilai, dalam situasi sulit masa pandemi ini menantang setiap pihak melahirkan berbagai kreatifitas. Dengan berbagai kemasan, kreatifitas juga akan melahirkan ekonomi baru sebutnya.

Selain itu, abad disrupsi seperti saat ini, kreatifitas dikatakan Ipat merupakan aspek penting dan kunci membangun ekonomi. Juga menunjang upaya dalam mensejahterakan masyarakat.

“Memasuki masa disrupsi dan masa kreatifitas, sangat penting untuk mengangkat kreatifitas itu menjadi nilai tambah yang dapat mensejahterakan masyarakat,” ujar Ipat.

Lanjut Ipat, saat ini banyak kreatifitas menjadi isu destruktif sehingga akan merusak kreatifitas yang telah ada dan tidak bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Kreatifitas yang tidak diarahkan dengan baik maka akan menjadi sangat destruktif. Sebaliknya, kreatifitas yang diarahkan dengan baik maka akan menghasilkan nilai tambah kreatifitas yang dahsyat,” tuturnya.

Menurut Ipat, ide-ide kreatif sangat perlu untuk dieksplorasi sehingga dapat menghasilkan ceruk ekonomi baru. Salah satunya yang berbasis komunitas.

“Kreatifitas bisa diaplikasikan dalam menggarap komunitas. Namun tentu, ide-ide itu perlu diwarnai inovasi, teknologi, nilai-nilai akademis dan nilai dari profesionalnya,” ujarnya.

Di lain sisi, Fiki Chikara Satari, mengajak semua pelaku dan komunitas ekonomi kreatif di Bali menyatukan gerak langkah bersinergi dan berkolaborasi dalam menggali potensi ekonomi kreatif di masing-masing daerahnya. Tujuannya tentu untuk membangkitkan perekonomian Bali.

“Satu kata kunci dengan kolaborasi kita tambah kuat. Dengan gotong royong akan lebih mudah menghadapi semua tantangan. Dengan bersinergi tentunya akan lebih melengkapi dan ada ruang saling belajar. Paling penting menyempurnakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan jadi lebih mudah,” ujar Fiki yang sebelumnya juga merupakan pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif.   (hum/utu)