Tim Terpadu Edukasi Petani dan Pengepul Arak di Karangasem

Tim terpadu yang dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna, kembali turun melakukan edukasi dan pembinaan kepada petani dan pengepul arak di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem, Jumat (28/5/2021)

KARANGASEM, PERSPECTIVESNEWS – Tim terpadu yang dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna, kembali turun melakukan edukasi dan pembinaan kepada petani dan pengepul arak di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem, Jumat (28/5/2021).

Tim terpadu tersebut terdiri dari Disperindag Provinsi Bali dan Karangasem, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Bea Cukai Denpasar, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem, unsur Pol PP dan kepolisian.

Kadisperindag Wayan Sutrisna menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah untuk mengamankan implementasi Pergub Pergub No 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

“Di lapangan ada penafsiran bahwa segala macam jenis arak sudah legal dengan adanya Pergub ini,” ucapnya.

Padahal Pergub 1/2020 pada prinsipnya bertujuan melindungi arak khas Bali berbahan lokal yang sudah diproduksi secara turun temurun.

Sutrisna menambahkan arak khas tradisional posisinya makin terdesak oleh arak berbahan gula. Selain merugikan petani, peredaran arak berbahan gula ini sangat berbahaya bagi konsumen bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

“Peredaran arak berbahan gula ini tidak dilindungi Pergub 1/2020 sehingga perlu dilakukan upaya edukasi dan pembinaan secara intensif,” ungkapnya.

Kepala Seksi Industri Agro Disperindag Bali, I Dewa Agung Purnama, menambahkan selain pembinaan dan edukasi, peninjauan kali ini juga dimaksudkan untuk melihat langsung alat destilasi yang digunakan oleh produsen arak.   (ari)