Kornelis Kecewa Kalah dari Petinju Kazakhstan di Asian Elite Boxing Championship

Kornelis Kwangu Langu (kiri) melawan Daniyal Sabit yang dimenangkan Daniyal dengan kontroversial. (youtube)

PERSPECTIVESNEWS – Kornelis Kwangu Langu tampak kecewa ketika hakim menyebut sudut biru keluar sebagai pemenang. Empat hakim memberi nilai 147-136 untuk Daniyal Sabit dari Kazakhstan.

Pada pertandingan pertama kelas 49kg Kejuaraan Asia (Asian Elite Boxing Championship) di Dubai, Selasa (25/5/2021) malam itu, Kornelis tampil agresif sejak ronde pertama.

Petinju Indonesia asal Bali itu memberi tekanan kepada lawannya dari Kazakhstan. Sabit yang memiliki jangkauan lebih panjang lebih banyak bertahan. Ronde pertama tiga hakim memberi poin 10 untuk Kornelis. Hanya hakim dari UEA yang memberi keunggulan untuk Sabit.

Ronde kedua Kornelis terus merangsek. Petinju PON Bali ini melancarkan serangan. Sabit sempat tersudut dan linglung ketika Kornelis memberi gempuran dengan kombiansi pukulan telak.

Tapi, keempat hakim justru memberi keunggulan untuk Sabit dengan poin 10. Ronde terakhir, jual beli pukulan dilakukan kedua petinju. Lagi-lagi keempat hakim memberi poin sempurna untuk Sabit.

Total skor akhir, Sabit mengumpulkan 147 poin sedangkan Kornelis 136. Wajah Kornelis yang awalnya ceria sontak muram. Dia memberi isyarat kecewa dengan mengangkat bahunya.

Menurut manajer tim Djasman Abubakar, bukan saja Kornelis yang kecewa. Usai pertandingan bebarapa negara menyampaikan keprihatinannya atas kekalahan Kornelis.

“Mereka menyatakan bahwa partai Kornelis lawan Daniyal tadi dimenamgkan oleh Kornelis. Tapi apa boleh buat keputusan hakim sudah demikian tidak bisa kita gugat lagi,” kata Djasman.

Sementara Manejer Timnas A atau Timnas Merah Made Muliawan Arya atau De Gadjah mengutarakan, sebenarnya dari sisi kualitas dan fisik Kornelis tak kalah dengan lawannya dan terbukti di ronde II sempat unggul.

“Kornelis sudah berjuang ekstra keras dan sebenarnya performanya bagus namun karena hasilnya kalah ya tetap harus kami terima. Semuanya itu hanya soal persiapan Kornelis yang kurang panjang dan kurang fokus. Bahkan bergabung di pelatnas baru saja dilakukan sudah langsung berlaga di level Asia,” ungkap pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu.   

Meski demikian lanjut De Gadjah, setidaknya pengalaman di level Asia terus bertambah dan ini bisa dijadikan modal bagus karena kini Kornelis harus fokus lagi di PON XX/2021 di Papua dan SEA Games Vietnam nantinya.

“Pastinya nanti setelah Kornelis kembali bergabung di Pelatnas bakal dilakukan evaluasi secara total guna pembenahan untuk lebih matang lagi tampil di event selanjutnya. Saya lihat Kornelis juga konsisten untuk terus meningkatkan kualitasnya baik fisik atau teknik. Nanti tim pelatih di Pelatnas Batam bakal menggembleng lagi Kornelis,” tutup De Gadjah. (red)