Trisno Nugroho: “Pembayaran Sistem Digital Mampu Putus Rantai Penyebaran Covid-19”

KPw BI Bali Trisno Nugroho

Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho menegaskan, kebijakan BI menyosialisasikan pembayaran sistem digital ber-barcode yakni QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dinilai mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Itu sebabnya BI Bali khususnya terus menggaungkan pembayaran dengan QRIS ini kepada seluruh stakeholders usaha sehingga pembayaran digital lambat laun menjadi sebuah kebutuhan sekaligus gaya hidup (life style),” terang Trisno Nugroho di Denpasar, Minggu (23/5/2021).

Pembayaran digital dengan menggunakan aplikasi gawai (handphone), jelas mengurangi volume perpindahan uang dari dan ke masyarakat. Uang, lanjut Trisno, jelas berkontribusi nyata dalam penularan Covid-19.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19, lanjut Trisno, membuat sejumlah sektor beralih ke transaksi elektronik menggunakan QRIS mulai dari tempat ibadah hingga pasar tradisional.

”Jadi jelas ya, penerapan QRIS sangat berdampak pada menurunnya angka kasus penyebaran Covid-19 karena masyarakat tak lagi menggunakan uang (resiko tinggi penularan) dalam pembayarannya.

“Kesadaran masyarakat untuk menyukseskan pembayaran dengan QRIS (nirsentuh) sangat kita harapkan dan di Bali, masyarakatnya sudah lebih paham. Itu terbukti dari meningkatnya pemakaian QRIS di berbagai sektor seperti usaha menengah kecil dan mikro (UMKM),” sebut Trisno lagi.

Sejak berlaku efektif mulai 1 Januari 2020, diharapkan semua penyedia jasa pembayaran nontunai (PJSP) di Indonesia sudah mengadopsi QRIS. Bahkan, saat ini Bali menduduki posisi tujuh (7) urutan nasional dengan 217.936 merchant yang menggunakan QRIS per 11 Mei 2021. Bali telah menjadi contoh model bagaimana mengkampanyekan QRIS kepada masyarakat. 

Seiring dengan mulai diberlakukannya QRIS pada masyarakat, Trisno Nugroho memandang penerapannya sebagai bentuk nasionalisme Bangsa Indonesia sebab QRIS sebagai wujud sistem pembayaran nasional. 

Ia berpendapat dengan adanya sistem pembayaran ini, bisa menyatukan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan hadirnya digitalisasi ini memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. 

“Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai ataupun kartu terlalu banyak, cukup gunakan QRIS,” jelasnya. 

Trisno Nugroho juga menekankan, peluang dan potensi pemanfaatan QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran non-tunai cukup besar dalam memberi kontribusi positif terhadap peningkatan perekonomian Bali dan tentunya dalam upaya mengurangi penyebaran Covid-19.    (ari)