Ketut Suardana Kembali Nahkodai PSSI Bali

Ketua Asprov PSSI Bali terpilih Ketut Suardana berpose bersama Wakil Ketua terpilih IGN Anom Jaksa dan lima anggota Exco.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Meraup 20 suara dari 33 pemilik suara (voter), I Ketut Suardana terpilih menjadi Ketua Umum Asprov PSSI Bali untuk kedua kalinya pada Kongres Biasa Asprov PSSI Bali di Denpasar, Minggu (23/5/2021).

Pada pemilihan ketua, wakil ketua dan anggota Executive Committee PSSI Bali itu, incumbent Ketut Suardana mengalahkan kandidat lainnya, I Made Sudiana yang memperoleh 12 suara dan 1 suara tidak sah.

Hadir pada Kongres Biasa Asprov PSSI Bali antara lain, Anggota Executive Committee PSSI Pusat Haruna Soemitro, Ketum KONI Bali Ketut Suwandi, dan Sekretaris KONI Bali IGN Oka Darmawan.

Usai memenangi kontestasi ketum PSSI Bali, Ketut Suardana mengaku akan membenahi organisasi ke depan, supaya bisa membangkitkan dunia sepak bola Bali.

“Secepatnya kepengurusan akan dibentuk. Ya, paling tidak seminggu atau dua minggu ke depan,” tegas pria asal Ubud, Gianyar ini.

Lanjut Suardana, pihaknya juga akan melibatkan anak-anak muda serta orang yang paham dengan teknologi. Sehingga, segala informasi terbaru bisa didapat dengan cepat. Dan juga teknologi akan diterapkan dalam proses pembinaan. “Ini bukan untuk ruang lingkup provinsi semata, tapi sampai ke kabupaten dan kota,” tuturnya.

Selain itu, proses pembinaan juga akan digalakkan sesuai dengan amanat PSSI Pusat mulai dari tingkat junior hingga senior. “Kami berharap ke depan Bali bisa melahirkan pemain-pemain handal yang bisa berkiprah di kancah sepak bola nasional, maupun luar negeri,” tandasnya.

Sementara dalam pemilihan Wakil Ketua Umum, I Gusti Ngurah Anom Jaksa Saputra terpilih setelah mengalahkan dua calon lainnya yakni I Wayan Artanayasa dan Gde Made Anom Prenatha. Dari 33 voter, Anom Jaksa mengumpulkan 14 suara, kemudian Artanayasa 13 dan Anom Prenatha 5. Sementara 1 suara dinyatakan tidak sah.

Kemudian untuk anggota Komite Eksekutif atau Exco, calon yang sudah pasti terpilih tanpa pemungutan suara yakni Wery Sulasmiaty karena menjadi satu-satunya calon perempuan. Lantas dalam proses, hanya mencari 4 anggota Exco lainnya. Adapun yang terpilih yakni I Wayan Artanayasa memperoleh 26 suara, disusul I Made Pakris 25 suara dan I Putu Sugi Darmawan serta I Ketut Sukadana sama-sama meraih 21 suara.

Dua calon yang gugur yakni I Gusti Putu Agung Nuaba (19 suara) dan Gde Made Anom Prenatha (10 suara). Dua nama yakni Anom Prenatha dan Wayan Artanayasa kembali maju dalam pemilihan anggota Exco meski kalah di pemilihan Wakil Ketua Umum. (yus)