Taufan Yudhistira: Was-was dan Teori Learning by Doing

Taufan Yudhistira

“Awalnya was-was dan takut sering dikomplain namun seiring waktu, semuanya berjalan dengan baik. Teori learning by doing benar-benar saya lakukan saat menjalani tugas kehumasan di PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ngurah Rai Bali,” aku Taufan Yudhistira kepada perspectivesnews.com dalam bincang singkat, Kamis (20/5/2021) sore.

Ayah tiga anak asal Semarang ini menambahkan, rasa was-was disadarinya karena minimnya bergaul dengan wartawan mengingat tugas yang diemban sebelumnya tak terkait dengan pers. Bidang kehumasan bukanlah bidang yang ditekuninya saat kuliah di Universitas Pendidikan Denpasar. “Saya dari Fakultas Ekonomi,” ujarnya.

Namun begitu, penghobi musik cadas dan penggila bola ini tertantang segera menyesuaikan diri dengan tugas yang benar-benar baru baginya. Perasaan berdebar kala wartawan mencegat dan mengonfirmasi suatu isu, kini tak lagi membebaninya. “Saya terus belajar dari pengalaman saat berhadapan dengan wartawan,” sebut lelaki bertinggi berat 165 cm dan 85 kg ini.

Kritik terkait kebijakan di masa pandemi Covid-19, Taufan mengaku akan menerima dengan terbuka. Dirinya menyadari wartawan membutuhkan kecepatan dan keakuratan informasi karena tuntutan masyarakat.

“Saya paham tugas seorang jurnalis. Harus ada jalinan dan sinergi yang erat antara pihak Humas dengan jurnalis. Profesi jurnalis itu asyik dan tidak mudah. Butuh kecemerlangan berpikir dan menganalisa mendalam. Berita biasa bisa menjadi menarik di tangan seorang jurnalis profesional. Kami pun dituntut bisa mengimbangi tugas kewartawanan yang bekerja 24 jam,” tutur pria kelahiran tahun 1983 ini.

Taufan Yudhistira mengaku baru tujuh bulan (sejak November 2020) menjabat di bidang Humas dan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan.

“Dengan adanya perubahan struktur organisasi, sekarang saya menjabat bidang Humas dan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan. Jabatan sebelumnya Corporate Social Responsibility Section Head. Saya berharap teman-teman jurnalis bisa menjadi partner PT PAP I Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali dalam melayani masyarakat dan wisatawan. Bali bangkit jika kita bersatu,” tutup Taufan Yudhistira.    (ari)