Ini Pengakuan Warga Sumber Klampok pasca Gubernur Koster Serahkan Sertifikat Tanah

Rudi Rubijaya

BULELENG, PERSPECTIVESNEWS– Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, Rudi Rubijaya menyatakan perjuangan warga Sumber Klampok akhirnya mendapatkan secercah harapan, setelah Gubernur Bali, Wayan Koster berkenan membuka pintu dialog antara warga dengan mempertimbangkan berbagai hal yang berkaitan soal permohonan sertifikat hak milik tanah di Desa Sumber Klampok, Buleleng.

“Saat itu, Gubernur Bali Wayan Koster mempertimbangkan terkait kronologis keberadaan masyarakat, Desa Adat dan Desa Dinas di lokasi (Sumber Klampok, red), serta dengan persetujuan DPRD Provinsi Bali. Akhirnya diperoleh kesepakatan dengan warga, di mana warga memperoleh 70 persen tanah garapan di luar tanah pekarangan eksisting. Kesepakatan ini kemudian ditindaklanjuti BPN melalui skema Reforma Agraria,” cerita Rudi Rubijaya, Rabu (19/5/2021).

Hal itu diungkapkan Rudi pasca Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan secara langsung sertifikat hak milik tanah kepada warga Desa Sumber Klampok.

I Putu Artana

Sementara itu Ketua Tim Sembilan I Putu Artana menyebut Gubernur Koster adalah Pemimpin Satya Wacana yang menyelesaikan masalah tanah di Sumber Klampok.

“Sejak tahun 1960, para tetua (orang tua) kami di Desa Sumber Klampok sudah berjuang memohon tanah untuk fasilitas umum dan pemukiman ke pemerintah, namun tidak mendapatkan hasil apapun. Di era Gubernur Bali, Wayan Koster proses perjuangan pensertifikatan tanah ini berhasil,” ungkap I Putu Artana.

Dikatakan, hanya Gubernur Wayan Koster, sosok pemimpin yang bisa diajak berkomunikasi. “Gubernur Koster sudah kami anggap sebagai dewa penyelamat dan Pemimpin yang Satya Wacana. Gubernur Wayan Koster saat menjabat Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan telah berjanji akan menyelesaikan masalah tanah di Desa Sumber Klampok, dan saat itu beliau meminta doa kepada warga setempat agar diberikan jalan terbaik,” ujar I Putu Artana.

Jero Nengah Nadia

Bahkan Bendesa Adat Sumber Klampok, Jero Nengah Nadia menuturkan, pihaknya sempat melakukan perjuangan secara niskala bersama masyarakat Sumber Klampok untuk menuntaskan konflik di Desa Sumber Klampok serta warga mendapatkan sertifikat hak milik tanah secara gratis dari Pemerintah.

“Sebelum diberikannya sertifikat tanah ini secara gratis oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, kami di Prajuru Desa Adat telah menempuh jalur secara niskala dengan cara nunas ica ring Pura Kahyangan Tiga kasarangin antuk Pemangku. Hanya ini jalan terakhir kami memohon, agar perjuangan masyarakat dimudahkan untuk mendapatkan sertifikat tanah dan tidak ada lagi konflik antara masyarakat dengan pemerintah. Atas doa tersebut akhirnya Hyang Widhi Wasa memberikan jawaban dengan dukungan penuh dari Gubernur Bali, Wayan Koster,“ jelas Jero Nengah Nadia.