ITB STIKOM Bali, Satu-satunya PTS Pendamping SMK se-Bali

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dan Pembina Yayasan WDS Denpasar, induk STIKOM Bali Group, Prof. Dr. I Made Bandem, MA.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kembali medapat kepercayaan pemerintah. Kali ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di Bali bersama dua PTN besar di Bali ditunjuk sebagai pendamping Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan se- Indonesia.

Hal itu  tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 21/D/O/2021 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Sebagai Pendamping Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan tahun 2021 tertanggal 20 April 2021 yang ditandatangani Dirjen Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto.

Berdasarkan keputusan tersebut, ITB STIKOM Bali bertugas untuk berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, perguruan tinggi lainnya, dinas pendidikan provinsi, dan dinas terkait; pendampingan pemenuhan 8 (delapan) standar nasional pendidikan dan implementasi link and match dengan dunia kerja.

Selain itu fasilitasi dan/atau pelatihan pelaksanaan in house training kepada kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat keunggulan, serta pengawas sekolah; pendampingan kepala sekolah di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan dalam penyusunan perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan SMK; pendampingan penggunaan teknologi bagi kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan; dan penyusunan, pemantauan, evaluasi, dan pelaksanaan tindak lanjut capaian pembelajaran di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan.

Sesuai laman data pokok SMK, di Bali tercatat 178 SMK, terdiri dari 53 SMK negeri dan 125 SMK swasta.  Dari 125 SMK swasta tersebut, tujuh di antaranya bernaung di bawah STIKOM Bali Group dengan bendera SMK TI Bali Global yang tersebar di Denpasar, Jimbaran, Dalung, Abiansemal, Klungkung, Karangasem dan Singaraja.

Masih dari laman data pokok SMK tersebut, rincian sebaran SMK negeri dan swasta se-Bali sebagai berikut. Kabupaten Buleleng 31 SMK, Jembrana (10), Tabanan (14), Badung (27), Gianyar (29), Klungkung (8), Bangli (12), Karangasem (13) dan Denpasar sebanyak 34 SMK.

Menanggapi hal kepercayaan dari Dirjen Vokasi Kemendikbud RI tersebut, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan hal itu sebagai  kepercayaan luar biasa dan di luar dugaannya.

“Sungguh ini kepercayaan yang luar biasa dan di luar dugaan kami. Tapi kalau boleh menebak, saya menduga kiprah STIKOM Bali selama ini dengan tujuh SMK dan lima lembaga vokasi binaan memang sudah sampai ke telinga Bapak Dirjen Vokasi,” kata Dadang Hermawan di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Selasa (18/5/2021).

 Pada prinsipnya pihaknya siap melaksanakan tugas ini. Sambil menunggu juknis lebih lanjut, akan segera membentuk tim untuk mengimplementasikan  SK Dirjen Vokasi tersebut.

Menurut Dadang Hermawan, para siswa SMK memang harus diperlakukan berbeda dengan para siswa SMA umum. Sebab, siswa SMK tidak didesain agar mereka melanjutkan kuliah lalu tamat sebagai peneliti atau akademisi melainkan mereka didesain sebagai pekerja profesional di bidang masing-masing.

“Selama ini para lulsan SMK sepertinya disamakan dengan lulusan SMA sehingga mereka berlomba-lomba melanjutkan kuliah dengan mengambil program studi yang kurang sesuai dengan jurusan awal di SMK. Yang benar lulusan SMK harus mengambil program studi vokasi agar kelak dia lebih profesional sesuai bidangnya,” katanya.

Sementara Pembina Yayasaan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar yang menaungi STIKOM Bali Group, Prof. Dr. I Made Bandem, MA menyambut gembira kepercayaan dari Kemendibud ini. Menurut Bandem, saat ini di Bali tidak kurang dari 10.000 pelajar dan mahasiswa binaan Yayasan WDS Denpasar, baik yang kuliah ITB STIKOM Bali, Poltek Ganesha Guru, Polnas Denpasar maupun pelajar tujuh SMK TI Bali Global bahkan para siswa binaan LPK Darma, LPBA dan Bisma informatika yang ingin manjajal dunia kerja di luar negeri. (ari)