Putri Koster Minta BPD Bali Beri Peluang dan Edukasi UMKM/IKM

Ny Putri Koster saat membuka Lomba Mars dan Lagu Dirgahayu Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Sabtu (15/5/2021).

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Koster meminta Direksi Bank BPD Bali tidak hanya berlaku sebagai penyedia modal bagi pengembangan UMKM/IKM, namun juga membantu pemerintah menyiapkan arena dan peluang dalam mengedukasi mereka dari segi manajemen produksi dan juga pemasaran yang sehat di tengah persaingan pemasaran digital.

Permintaan itu disampaikan Ny Putri Koster saat membuka Lomba Mars dan Lagu Dirgahayu Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Sabtu (15/5/2021).

“Hal ini mengingat begitu banyaknya produksi kain tenun khas Bali di luar Bali, yang mengakibatkan Bali semakin hari semakin kehilangan generasi penerus sebagai tenaga kerja penenun kain tradisional. Yang kemudian dilanjutkan dengan penjualan kain tenun produksi luar Bali dibawa kembali untuk dijual di sini (Bali), sehingga mengakibatkan pelaku UMKM/IKM Bali kehilangan konsumen, karena rata-rata kain tenun mereka jual dengan harga murah,” ujar Ny Putri Koster.

HUT ke-59 Bank BPD Bali mengusung tema  “Bangkit Bersama BPD Bali”. Pada event ini digelar lomba paduan suara, yang tampilannya dipadukan dengan pemakaian pakaian berbahan kain tenun tradisional berupa endek khas wilayah atau kabupaten masing-masing peserta, yang merupakan produksi UMKM/IKM.

Lebih jauh Ny Putri Koster mengatakan, pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir, mengakibatkan pariwisata masih terpuruk dan harus mencari upaya agar perekonomian Bali kembali berputar. Dekranasda sebagai pendukung pemerintahan berkewajiban mengajak semua pihak untuk turut serta bangkit dan mulai bergerak serentak.

Ke depan, ujarnya, perlu diperkuat konsep segitiga sama sisi, yakni dari sektor pariwisata, sektor pertanian dan UMKM/IKM Bali untuk saling menopang, di mana ketika pariwisata terpuruk maka masih ada dua sektor, yakni pertanian dan UMKM/IKM, yang berdiri tegak dan menopang.

Untuk itu, kata dia, perlu untuk menjaga warisan budaya berupa kain tenun tradisional khas wilayah dan kabupaten  masing-masing. Dengan produksi yang berkualitas maka harga juga secara otomatis akan mengikuti.

Dengan kesejahteraan yang meningkat, maka generasi penerus tenun tradisional akan tertarik untuk meneruskan warisan mereka, terlebih setiap wilayah mengeluarkan perarem (aturan) penggunaan kain tenun produksi lokal mereka.

“Contohnya seperti daerah Tenganan yang mewajibkan warganya menggunakan kain tenun endek produksi wilayah mereka saat upacara adat,” tegas Ny Putri Koster.

Dirut Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan lomba paduan suara yang dikolaborasikan dengan penggunaan kain endek merupakan salah satu program dalam membangkitkan karya kreativitas UMKM/IKM yang merupakan warisan budaya Bali yang juga sudah memiliki hak kekayaan intelektual komunal, sehingga hal ini menjadi fokus dalam peringatan HUT ke-59 Bank BPD Bali. (ari)