Porprov Bali Tahun 2022 Digelar Gotong Royong

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Hajatan olahraga dua tahunan skala Bali  Porprov Bali XVI/2022 yang sedianya dihelat di Kabupaten Badung, ada kemungkinan dilaksanakan secara gotong royong oleh seluruh kabupaten dan kota se-Bali.

Alternatif ini menjadi pilihan lantaran Kabupaten Badung sejak lama sudah mengusulkan Porprov Bali tahun 2022 ditunda karena berbagai kondisi yang menyebabkannya.

Namun KONI Bali selaku pemilik hajatan itu tetap akan menggelar Porprov Bali XVI pada tahun depan (2022) meski Badung yang sebelumnya ditetapkan sebagai tuan rumah mengurungkan niatnya.

“KONI Bali memutuskan Porprov Bali 2022 disebar ke seluruh kabupaten dan kota,” ucap Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi usai rapat pembahasan melibatkan seluruh KONI se-Bali di Ruang Rapat KONI Bali, Senin (10/5).

Menurut Suwandi, keputusan menggelar Porprov Bali tahun 2022 dengan cara menyebar ke kabupaten dan kota, merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi pihaknya dengan Gubernur Bali Wayan Koster tanggal 5 Mei lalu terkait Porprov Bali.

“Kami saat itu mohon petunjuk kepada Bapak Gubernur terkait kepastian Porprov Bali. Saat audiensi tersebut Pak Gubernur memberikan saran jika Porprov Bali 2022 diselenggarakan secara gotong royong,” terang Suwandi.

Keputusan menggelar Porprov Bali secara gotong royong tersebut, lanjut Suwandi, disambut baik oleh seluruh KONI se-Bali, yang pada prinsipnya semua setuju Porprov Bali digelar secara gotong royong.

Namun, Suwandi memberikan catatan, selain konsep gotong royong itu, hal yang ditekankan pihaknya yakni tuan rumah Porprov Bali 2022 nanti akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada di masing-masing kabupaten/kota. Kemudian roh olahraga itu sendiri dengan menjunjung sportivitas dan berkompetisi meraih hasil terbaik harus tetap ditegakkan.

“Secara teknis, nanti dihandle oleh KONI Bali. Venues akan disebar ke seluruh kabupaten/kota. Sehingga dari waktu lebih efisien. Dan juga dari beban tuan rumah akan jadi lebih ringan,” tegas mantan Ketua Umum KONI Badung dua periode itu.

Suwandi melihat juga dari sisi ekonomi, dengan disebarnya pertandingan di seluruh kabupaten/kota ada perputaran ekonomi, meski tidak begitu masif. “Namun tetap ada efeknya di tingkat bawah dan bisa menggeliatkan UMKM di masing-masing kabupaten/kota nantinya,” tandas Suwandi. (zil)