Lima Daerah di Bali Masih Tinggi, Gubernur Lakukan Percepatan Vaksinasi

Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dipercepat agar Bali menjadi daerah yang lebih aman dan nyaman.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Dari 9 kabupaten dan kota di Bali, 5 daerah kasus covidnya masih tergolong tinggi. Lima daerah itu meliputi, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan.

Karenanya dalam rangka meningkatkan kekebalan imunitas masyarakat guna mencegah penularan dan munculnya kasus baru Covid-19, Gubernur Bali terus melakukan upaya serius melalui percepatan program vaksinasi berbasis banjar di seluruh kabupaten/kota.

“Saya telah berupaya keras melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan Meteri Kesehatan sehingga Bali memperoleh jumlah dosis vaksin yang terus meningkat,” ucap Gubernur Koster, Senin (10/5/2021).

Gubernur mengatakan, sebelum Mei, Bali telah memperoleh 1.300.000 dosis vaksin. Pada tanggal 6 Mei 2021 berhasil memperoleh tambahan 673.180 dosis vaksin, sehingga secara total telah memperoleh 1.973.180 dosis vaksin (merek astrazeneca dan sinovac).

Sedangkan masyarakat yang sudah mengikuti program vaksinasi mencapai 1.268.115 orang, suntikan pertama sebanyak 895.394 orang dan suntikan kedua sebanyak 372.721 orang.

Daerah yang mendapat prioritas program vaksinasi secara berurutan menurut jumlah alokasi dosis vaksin yang diberikan yaitu; Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Bangli.

Dikatakan, Bali terus berupaya untuk mendapat tambahan vaksin melalui Menkesm, di mana pada minggu ketika bulan Mei diperoleh konfirmasi Bali akan memperoleh tambahan vaksin sekitar 500.000 dosis, kemudian akan diberi tambahan lebih banyak lagi pada Juni dan Juli, sesuai dengan target sebanyak 3 Juta (70%) orang sudah bisa mengikuti program vaksinasi untuk mencapai Herd Immunity.

“Guna mencegah penularan dan munculnya kasus baru Covid-19, saya mengimbau, mengingatkan, dan menegaskan kembali kepada seluruh masyarakat agar mentaati pelaksanakan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali,” ucapnya.

Selain itu masyarakat diminta tetap tertib dan disiplin menerapkan Pola Hidup Sehat dan Bebas COVID-19 dengan 6M yaitu; Memakai masker standar dengan benar, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi bepergian, Meningkatkan imun tubuh, dan Menaati aturan.

Terkait pelaksanaan kegiatan pemerintahan, adat, agama, seni dan budaya, social serta kegiatan masyarakat lainnya, Gubernur mengimbah agar membatasi jumlah peserta, selalu berhati-hati, dan penuh kewaspadan.

“Masyarakat hendaknya mengikuti program vaksinasi pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan pemprov bersama pemkab dan pemkot. Kepada bupati/wali kota, camat, kepala desa/lurah, dan bandesa adat se-Bali serta seluruh komponen masyarakat agar terus tanpa lelah, melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong mencegah penyebaran Covid-19, secara khusus varian baru virus Covid-19,” ucapnya. (git)