Calon Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Exco Asprov PSSI Bali Paparkan Visi Misi

Sepuluh orang calom ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif Asprov PSSI Bali berpose bersama usai menyampaikan visi misi.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Calon ketua umum, calon wakil ketua umum, dan calon anggota executive committee (Exco) Asprov PSSI Bali periode 2021-2025, menyampaikan visi dan misinya di Ruang Pertemuan KONI Bali, Minggu (9/5/2021).

Dari 10 orang yang menyampaikan visi dan misinya itu, empat di antaranya adalah muka lama, sedangkan sisanya adalah muka-muka baru. Mereka semua mengemukakan visi dan misi untuk satu goal, yakni membuat sepak bola Bali lebih maju dan bermartabat.

Ke-10 orang ini nantinya dipilih oleh 33 voter atau pemegang hak suara dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Bali, 23 Mei 2021 mendatang. Para pemegang hak suara itu yakni 9 askab/askot se-Bali, 4 asosiasi dan 20 klub anggota.

Mereka adalah Ketut Suardana dan I Made Sudiana yang akan bertarung memperebutkan kursi ketua umum. Kemudian nama-nama seperti Wayan Artanayasa, Gede Made Anom Prenatha, Ketut Suardana, dan I Gusti Ngurah Anom Jaksa untuk jabatan wakil ketua umum dan anggota exco.

Sedangkan Putu Sugi Darmawan, Gusti Agung Putu Nuaba, I Made Pakris, dan Wery Sulasmiaty akan bertarung memperebutkan kursi anggota exco. Dari nama-nama ini, muka lama yakni Ketut Suardana, Ketut Sukadana, Wayan Artanayasa dan I Gusti Ngurah Anom Jaksa.

“Dari 10 orang itu, dipilih 7 orang nantinya sebagai ketua umum, wakil ketua dan lima orang exco,” ujar Dewa Made Teges Wirawan selaku Sekum Asprov PSSI Bali diamini Nasser Attamimy selaku anggota Komite Pemilihan (KP).

Dalam proses awal hingga tahap pemaparan visi misi ini memakan waktu 46 hari. Proses awalnya seperti pengajuan calon, verifikasi, banding dan lainnya.

“Bersyukur dalam prosesnya tak ada masalah. Hanya dalam pencalonan, ada dua calon yang tidak lolos. Mereka adalah Ali Mustofa yang mengundurkan diri dan Veronica yang tidak mengirim berkas pencalonan meski telah diusung oleh salah satu klub,” papar Dewa Teges.

Sementara Nasser Attamimy menambahkan, proses pemaparan calon ini bisa dibilang satu-satunya di Indonesia. Kegiatan ini juga sudah dilakukan pertama kali kala Kongres 2017 silam. Namun, sekarang karena situasi pandemi, para calon memaparkan video dan tulisan yang ditonton secara live streaming oleh para voter.

Adapun tujuan dari presentasi ini, kata Nasser, pertama sebagai bahan acuan voter melihat seberapa luas pandangan calon untuk kemajuan sepak bola Bali ke depan. Kedua sebagai bahan pertimbangan panelis untuk menilai para calon. Dan ketiga, yang paling penting, pemaparan ini bisa dibilang sebagai janji politik.

“Nanti bisa dilihat, sejauh mana para calon ini bisa mempertanggung jawabkan serta merealisasikan janji mereka lewat pemaparan tersebut. Jangan maunya besar, tapi upaya dan langkah tidak ada untuk mewujudkannya,” tegas Nasser. (zil)